"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Selasa, 03 November 2020

Pengertian dan Contoh Teks Puisi Rakyat (Terbaru) : Pantun, Syair, dan Gurindam



Daftar Isi [Tampil]

searchpengertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan contoh teks puisi rakyat (pantun, syair, dan gurindam) dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII revisi terbaru. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak Ibu Guru dan anak didik dalam mencari referensi tentang contoh teks puisi rakyat (pantun, syair, dan gurindam) dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Pengertian dan  Contoh Teks Puisi Rakyat (Terbaru) : Pantun, Syair, dan Gurindam

A. Pengertian Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Teman-teman pun pasti setidaknya pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai program hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini pulalah, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pantun dan jenis-jenisnya.

B. Pengertian Syair

Syair adalah puisi atau karangan sastra melayu lama dengan bentuk terikat dan mementingkan irama sajak. Apabila kita menggali lebih dalam mengenai Pengertian Syair, syair secara bahasa berasal dari bahasa melayu Syu’ur yang artinya perasaan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) syair adalah puisi lama yang tiap bait terdiri atas empat larik yang berakhir dengan bunyi yang sama. Orang yang membacakan syair atau membuat syair disebut penyair atau pujangga. Syair seperti dalam pengertiannya adalah bentuk yang terikat, sehingga ia mempunyai aturan-aturan tersendiri.

Syair merupakan jenis puisi lama yang pada tiap-tiap bait itu terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Syair tersebut digunakan untuk melukiskan hal-hal yang panjang contohnya seperti tentang suatu cerita, nasihat, agama, cinta, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, bait-bait didalam syair ini sangat banyak. Ditinjau dari struktur fisiknya, syair ini sangat terikat oleh jumlah baris didalam satu bait, jumlah suku kata didalam tiap baris, jumlah bait dalam tiap puisi, dan aturan didalam hal rima dan juga ritma.

C. Pengertian Gurindam

Gurindam merupakan suatu puisi lama yang berisi dua bait, dalam setiap baitnya ada dua baris kalimat dengan rima yang sama, yang satu kesatuan secara utuh. Gurindam dibawa oleh sastra Hindu atau orang Hindu. Gurindam yang berasal dari India atau bahasa “Tamil” yakni kirindam dalam arti perumpamaan, mula-mula asmal. Baris yang pertama berisi seperti soal, perjanjian atau masalah dan baris yang kedua berisi jawabannya atau akibat dari masalah atau peranjian di baris pertama tadi.

D. Contoh Teks Pantun

Berikut ini adalah beberapa contoh pantun anak-anak, agama, nasihat, teka-teki, jenaka sebagai berikut.

1. Pantun Anak-Anak

Lihat hiburan kuda kepang
Penarinya sedang bergoyang
Ayo kita ke tanah lapang
Jangan lupa bawa layang-layang

Pasar baru tempatnya kain
Awas dompet jangan hilang
Desa tempatnya bermain
Seperti bolang berpetualan

Pumpung induk belum tiba
Burung elang terbang melayang
Pumpung kita masih muda
Ayo kita berpetualang

Burung merpati burung dara
Terbang tinggi jauh 
Hati ini amat gembira
Sebentar lagi ibu pulang

Pergi ke kota di hari Minggu
Baju terselip di dekat pintu
Hadiah lama kutunggu-tunggu
Sebab ku dapat juara Satu

Beli penggaris dari mika
Cicak menatap hati merenung
Kemana yang kamu suka
Liburan ke pantai atau gunung

Berenang-renang dua ekor itik
Pada sore yang indah di hari selasa
Jadilah anak yang berbudi baik
Selalu membantu kepada sesama

Jalan-jalan ke pasar raya
Di pasar membeli keripik
Hari libur telah tiba juga
Saatnya tamasya dan piknik

Ada kucing tidur di dalam kamar
Karena hujan, di luar dingin
Selain rajin belajar
Sesekali perlu engkau bermain

Kolang kaling es kelapa
Campur sedikit air nira
Ayah pulang bawa apa
Ayah pulang bawa gembira

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Minum kopi di saat hujan
Memang nikmat sekali rasanya
Anak baik anak teladan
Jadi kebanggaan keluarga

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit di kebun siapa penggalinya
Jika tuan cerdik sungguh
Langit tergantung di mana talinya

Dengar lagu berirama
Tertawalah si adik manja
Mari main bersama-sama
Jangan duduk sendiri saja

Sofa empuk berwarna jingga
Beli ayam dengan lalapan
Masa muda harus bekerja
Agar bahagia dan berkecukupan

Ke pasar beli balon udara
Di tengah jalan balonnya meletus
Betapa hati sangat gembira
Nilai ujian dapat seratus

Membuat manisan dari buah salak
Dijual dengan macam-macam harga
Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak
Agar kelak bisa masuk surga

Burung bungau bermain di paya
Lalu terbang jauh ke kota
Pak kusir selalu setia
Temani kami dengan cerita

Burung dara terbang melanglang
Hinggapnya di pucuk dedahanan
Setiap kali ayah pulang
Selalu bawa kebahagiaan

Sangat tajam giginya bajing
Tajam seperti bambu runcing
Lihat udin dikejar anjing
Nenek takut sampai terkencing

Akar alang entah menghilang
Tumbuh bukan sebagai tanaman
Hati senang bukan kepalang
Bermain bola bersama teman

Wangi nian kembang kenanga
Manalah indah pohon ara
Naik gunung mencari bunga
Hati senang hati gembira

Harimau mengaum dengan sombong
Menghina hewan yang jelek
Masih kecil giginya ompong
Mirip dengan nenek-nenek

2. Pantun Agama

Bu Siti jualan bubur
Bubur dicampur buah kelapa
Selesai sahur langsung tidur
Bangun-bangun sudah berbuka

Beli computer itu biasa
Supaya belajar jadi semangat
Mari kita belajar puasa
Agar kita jadi kuat

Akhir bulan mendapat gaji
Gaji untuk membeli ketupat 
Rajin-rajinlah sholat dan mengaji
Janganlah lupa puasa dan zakat

Pergi ke pasar membeli sapu
Tidak sengaja menginjak duri
Jangan lupa sholat lima waktu
Di sela kegiatan sehari-hari

Para petani memanen padi
Saat di sawah melihat batu
Ingatlah Allah Setiap hari
Dengan sholat lima waktu

Jangan terbang tinggi-tinggi
Nanti dapat jatuh kebawah
Ayo sholat untuk luruskan hati
Didalam ibadat turuti sunnah

Buah semangka dibelah-belah
Dapat sebagai pelepas dahag
Ikutilah firman Allah
Supaya dapat masuk surga

Jalan-jalan ke Kota Mekah
Menginap semalam di Kuala Muda
Sholat itu adalah perintah
Jika ditinggal masuk neraka

Buah mentimun buah bergetah
Hati-hati untuk memakannya
Jika suka tinggalkan ibadah
Sudah pasti masuk neraka

Depan rumah ada pohon mangga
Sebelahnya ada daun suji
Jika ingin masuk surga
Janganlah lupa selalu mengaji 

Menyiram tanaman setiap hari
Salah satunya tanaman tomat
Banyak Nabi antara Nab
Tak semulia Nabi Muhammad

Membeli anting dan juga kalung
Jika dipakai terlihat mengkilap
Kepada Allah tempat bergantung
Kepada Nabi tempat mengucap

Jalan-jalan lihat pohon pinang
Pinang tumbuh di tepi serambi
Jangan lakukan hal yang dilarang
Jika tidak ingin dibenci Nabi

Siang-siang makan jambu biji
Jambu biji sangatlah manis
Mari menabung untuk berhaji
Pulangnya nanti memakai gamis

Siang hari ke pasar baru
Mari kita membeli ragi
Selamat natal dan tahun baru
Semoga esok lebih baik lagi

Buah nanas rasanya manis
Dapat juga dijadikan bekal
Anak cantik jangan menangis
Karena sekarang hari natal

Di meja banyak semut
Mengerubungi buah leci
Lebih baik kita menurut
Jika kita ingin diberkati

Pulang sekolah berlari-lari
Karena akan datangnya hujan
Lakukan Tri Sandya tiga kali sehari
Jangan pernah anda lewatkan

Pergi ke kota beli bakpia
Jangan lupa membeli nasi
Kedamaian tiba ke dunia
Tebarlah kasih dengan tat twam asi

3. Pantun Nasihat

Ayahku seorang petani
Punya sawah punya ladang
Mari belajar hari ini
Agar masa depan lebih gemilang

Pergi memancing saat fajar
Pulang siang membawa ikan
Siapa yang rajin belajar
Jadi orang sukses kemudian 

Cepat bergegas untuk bertemu
Bertemu sambil membawa gulali
Kaya harta miskin ilmu
Tentulah merugi sama sekali

Ikut lomba tapi kalah
Lalu pulang dengan hati kesal
Saat muda rajin sekolah
Saat tua tidak akan menyesal

Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita

Liburan seru di kota Blitar
Tak ingin pulang terburu-buru
Jika diri jadi pintar
Berterimakasihlah kepada guru

Pukul tujuh pagi masuk kelas
Kerjakan tugas soalnya rumit
Menuntut ilmu dengan ikhlas
Untuk cinta-cita setinggi langit

Makan soto ditambah keca
Sambil melamun dan mereka-reka
Selalu hati-hati dalam berucap
Agar hati orang tidak terluka

Tukang kayu mencari palu
Tukang bicara mencari kata
Hendaklah kita punya malu
Agar selalu ingat jangan berdusta

Bola jatuh di bawah kolong
Mata mencari berkali-kali
Hendaknya kita saling menolong
Karena menolong tanda peduli

Ke pasar raya membeli anting
Anting dibeli berjumlah lima
Tahu sesuatu itu penting
Paham perkara itu yang utama

Petani di sawah memangkas rumput
Agar tak ada hewan melata
Masa depan itu harus dijemput
Dengan ilmu maupun harta

Pergi ke desa melihat wayang
Lalu pulang menonton akrobat
Istri patuh suami penyayang
Menjadi berkah hingga akhirat

Semua lauk habis sudah
Hanya tersisa sepiring gula-gula
Sejak dini rajin ibadah
Sering mengaji tambah pahala

Membawa umpan dengan wadah
Menjerat ikan dengan jala
Luruskan niat dalam ibadah
Agar berkah dan berpahala

Teriak keras sampai ke urat
Tak seorang pun akan tahan
Jika kau ingin hidup selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Hari ini hari selasa
Esoknya hari rabu
Jika ingin masuk surga
Ingat ibadah nomor satu

Hutan rimba tumbuh lebat
Karena sering diguyur hujan
Jadilah kakak yang hebat
Agar kelak jadi tauladan

Anak gadis pipi merona
Memakai gelang kalung mutiara
Agar hidup penuh makna
Pedulilah terhadap saudara

Pergi pagi memancing ikan
Memancing ikan di kolam taman
Cuci tangan sebelum makan
Agar sehat sepanjang zaman

Mendengar anak berlagu dendang
Seruling ditiup membentuk irama
Jangan kamu banyak begadang
Karena kesehatan itu utama

Seribu rupiah untuk layang-layang
Senar terulur putuslah sudah
Anak-anak semua yang kusayang
Jangan pernah lupa bersedekah

4. Pantun Teka-Teki

Bunga mawar indah bunganya,
tapi awas terkena duri.
Jika kamu tahu jawabannya,
Binatang apa yang tanduknya di kaki?
Jawabannya adalah Ayam Jantan.

Jalan-jalan ke rumah teman,
pulangnya bertemu luwak.
Lebih lebar kepala dibanding bandan,
hewan apa itu coba tebak?
Jawabannya adalah Ikan Pari.

Jalan-jalan bertemu ketam,
karena takut ku lempar batu.
Hewan apa yang darahnya hitam?
kakinya banyak badannya satu?
Jawabannya adalah cumi-cumi.

Ke goa mencari batu bertuah,
ketemunya malah kunang-kunang.
Memiliki belalai tapi bukan gajah,
hobi berdengung tapi bukan kumbang.
Jawabannya adalah Lebah.

Ingin hati bermain kayak,
tapi apa daya langit sedang mendung.
Jika kamu mampu menebak,
Binatang apa yang tanduknya di hidung?
Jawabannya adalah Badak.

Awas jatuh nanti luka,
ibu bisa marah pula.
Kalau kamu dapat menerka,
binatang apa yang tak memiliki kepala?
Jawabannya adalah kepiting atau yuyu atau bisa juga ketam.

Pergi bermain ke rumah surti,
malah ketakutan melihat kilat.
Jika kamu mampu mengerti,
binatang apa yang berjenggot lebat?
Jawabannya adalah Singa.

Kalau bertemu ular berbisa,
lebih baik jika kamu mundur.
Coba ayo terka kalau bisa
bergigi tajam berjalan sambil tidur.
Jawabannya adalah buaya

Alpukat enak buahnya,
tapi hati-hati dimakan semut.
Jika kamu tahu jawabnya,
hewan apa yang bertanduk di mulut?
Jawabannya adalah Nyamuk.

Tertawa mengusir duka,
bahkan sedih pun akan berbalik.
Jika kamu mampu menerka,
binatang apa tidur terbalik?
Jawabannya adalah Kelelawar.

Mendengar ibu sedang masak,
Ternyata masak kue panggang.
Kalau kamu pintar menebak,
ular apa yang ada di pinggang.
Jawabannya adalah Ikat Pinggang.

5. Pantun Jenaka

Jari sakit dikarenakan luka 
Lukanya sangatlah besar
Ini contoh pantun jenaka
Untuk anak sekolah dasar

Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman berasal dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin studi dan pintar-pintar

Satu titik dua koma
Anak monyet memanfaatkan gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu

Panas-panas kota Jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila mendambakan lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana

Awalnya bersua artis tara
Artisnya bersuara merdu 
Bila rindu merasa membara
Itulah tanda cinta berpadu 

Nasi uduk tetap anget
Beli nye di tepi jalan
Yang kembali duduk manis banget
Boleh ga kite kenalan

Berjalan ke atas rotan
Liat bawah air ya kering
teringat adek di kala makan.
air mata jatuh ke piring.

Mangga muda jangan dibeli,
karena rasanya asam sekali.
Kusangka dia tetap sendiri,
Ternyata udah memiliki 6 suami

Sekolah melacak bebek
Topi kotak di dlm butik
Biarlah berwajah jelek
Tapi ahlak berwajah cantik

Membeli pakaian dihari minggu.
Baju dibeli di dalam pasar,
Ingin peluk dirimu namun aku tak mampu.
Karena badanmu amat besar

Meminum jamu sambilah berdiri.
Di seduhnya cepat berduduk dibangku.
Bilanya hati kamu masi sendiri.
Berikanlah area untuk diri aku. 

Naik keatap memakai lamborjini
lamborjini bekas pakain pita
Cobalah tatap mata aku ini
Akan engkau bisa satu berkas cinta

Pasar Banjar ada dikota
Perginya belanja mempunyai uang saku
Bilanya kau di kejar cinta
Sembunyilah dalam hati aku

Radionya Didalam diPasar Slipi
Rawanya Buaya Pasarnya Cipaku
Tadinya dimalam ku bermimpi
Luna Maya menjadi jodoh aku

E. Contoh Teks Syair

1. Syair Pendidikan

Dengarlah para anak muda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu itu tak akan habis dieja
Untuk bekal sepanjang usia

Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas
Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras

Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu
Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu

Jika kamu memiliki mimpi
Datanglah untuk belajar di sini
Bisa jadi bekal untuk diri
Pasti akan berguna di masa nanti

Ilmu akan membuatmu terjaga
Dari suramnya waktu serta masa
Cemerlang nantinya akan senantiasa
Menyinarimu saat masa dewasa

Dunia sekarang begitu maju
Jadikan ilmu sebagai pegangan
Sebagai benteng agar tidak tertipu
Sehingga hidup penuh kebahagiaan

Tuntut ilmu tanpa rasa jemu
Tak perlu khawatir kan rugi waktu
Pelajaran akan bermanfaat buatmu
Tuntun hidup jadi bahagia

Selalu guru adalah sumur ilmu
Kita timba setiap waktu
mereka tidak pernah jemu
Apalagi menggerutu

Kita saja yang masih kurang
Belajar juga masih jarang
Masih suka berbuat curang
Akhirnya jadi terbelakang

Sudah saatnya kita bangkit
Dari semua rasa sakit
Hilangkan semua pikir sempit
Segera berlayar dengan rakit

Rakit kita untuk masa depan
Dengan layar pengetahuan
Melewati setiap kemalasan
Untuk meraih semua harapan

Karena kita generasi bangsa
Yang harus gagah perkasa
Melanjutkan setiap asa
Teruskan pahlawan sudah berjasa

2. Syair Persahabatan

Perhatikanlah jika tiada dua burung terbang beriring
Rasakan kepenatan dikala sunyi merebak diri
Seperti apa nuansa diri merajut belukar jiwa
Sebagaimana kita gunakan langkah berbuat silap

Masih mencuat manis angan dan kericuhan masa itu
Dimana kita berkeluh kesah,
bercanda gurau berteman
Tatkala khayal berselimut rindu ini bersenyap datang

Masihkah mungkin bersua riang manapak jalanku
Pernah jadi musuh, teman sampai sahabat dalam hari
Merangkul arti mana riak merias diri 
Kini waktu seakan menetes meresap hilang

Masa ini tetap tinggal, 
namun kalbu tak bisa terlup
Tak mungkin berulang
tapi bersemayam dalam hati

Sedih kali ini jadilah memori
kebahagiaan akan kebersamaan
Tak kuingat dalam setiap nafas,
tapi kupendam sebagai pelangi hidup

Teringat saat pertama berjabat
Kau sapa aku dengan hangat
Hingga menjadi teman erat
Berpisah pun terasa berat 

Selalu hadi dalam hati suka
Tetap setia ketika datang duka
Bahkan kau tak pernah murka
Meskiku pernah membuatmu luka

Sering bertengkar dalam berteman
Menjaga diri dalam kebenaran
Bersama mengisi persahabatan
Mencegah diri dalam kenistaan

Sahabatku yang selalu hadir
Dalam setiap ujian takdir
Tetap ditempuh badai petir
Menghadirkan senyum yang terukir

Wahai sahabatku di setiap waktu
Kini kita sudah jarang bertemu
Sibuk urusan diri pun jemu
Kudoakan selalu dalam sujudku

Ini sebuah guratan syair
Untukmu yang selalu terpikir
Dan angan selalu hadir
Tapi terpisah oleh takdir

Sahabatku yang sedang jauh
Hati tetap dekat raga jauh
Tak mampu berlayar angkat sauh 
Untukmu sahabat rinduku penuh

Suatu saat kita pasti bertemu
Untuk saling melepas rindu
Bercerita tentang masa lalu
Tentang tawa dan tangi bersamamu

Untukmu sahabatku aku berharap
Dalam syair yang tak terucap
Meski tak bisa saling tatap
Semoga persahabatan bertahan tetap

Saling menjaga dalam untaian doa
Dalam setiap kesempatan masa
Tetap menjaga meski berada
Hati jiwa selalu bersama

3. Syair Nasihat

Orang kaya jangan suka menghina
Karena kaya miskin sama saja
Tiada manusia yang hina
Karena hidup itu layaknya roda

Jika berteman jangan bergaduh
Tak ada gunanya bila bermusuh
Jangan pula bersikap angkuh
Karena tersisih membuah hidup keruh

Walau kamu sudah besar
Jangan bertutur kata dengan kasar
Jadilah pribadi yang sabar
Agar tetangga tak jadi gusar

Jika diri terus ikuti syahwat
Hidup bisa jadi lebih berat
Jiwa bisa jadi tak terawat
Hati juga bisa rusak berkarat

Yang kaya harusnya keluarkan sedekah 
Pandang orang yang posisinya di bawah
Jangan arahkan kepala menengadah
Agar diri tak tergoda untuk bermewah

Aku pula bukan mawar istimewa
Yang dikawal duri kemana-mana
Cukuplah makan puaskan dahaga
Bergaul indah dengan tunawisma

Tak ada daya pada diri yang biasa
Merasa cinta pada sang bijaksana
Cukuplah tahukan diri sahaja
Yang tak layak bersanding dengannya

Kau demikian sempurna
Bak cincin berhiaskan permata
Tiada cacat tiada luka
Memandangmu sejukkan netra

Tak pantas rasanya kumbang nyatakan cinta
Pada bunga yang telah mekar sempurna
Tapi bagaimana pula hendak dikata
Saat rasa suka menjalar di dada

4. Syair Sejarah

Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputra seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya.

Empu Jatmika terus bertambah usianya
Hingga dewasa menjadi cendikia
Dikawinkan dengan Sira Manguntur namanya
Putri cantik pandai bertutur kata.

Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat
Kakak beradik tampan gagah muda belia
Itulah namanya putra Empu Jatmika
Sama elok sama tampan sama pandainya.

Karena sudah keadaan
Sakitlah Mangkubumi yang dipertuan
Hamba sahaya semua bersedih menaruh kasihan
Kemudian semua sanak famili dikumpulkan.

Saudagar Mangkubumi yang dipertuan
Sakitnya bertambah tidak tertahan
Selalu dijaga seluruh handai taulan
Dari hari berganti bulan.

Setelah Mangkubumi merasa tidak kuat bertahan
Saatnya dunia yang fana harus ditinggalkan
Nafas terengah air mata mengalir perlahan
Lemah tak berdaya sekujur badan.

Empu Jatmika dan kedua putranya
Duduk bersimpuh bersama ibunya
Membelai mencium tangan ayahanda
Duduk terpekur membaca doa.

Lalu berkata Mangkubumi tercinta
Meninggalkan amanat kepada anakda
Hadirin mendengar dengan hikmatnya
Diterimalah wasiat oleh anak cucunya.

Adapun amanat yang ditinggalkannya
Kepada anaknya Empu Jatmika
Tersusun bunyi kata-katanya
Harus kerjakan diingat pula.

Wahai anakku Empu Jatmika
Serta cucuku Empu Mandastana
Lambung Mangkurat duduk beserta
Sira Manguntur dan neneknya Sitira.

Jika aku sudah tak ada lagi
Meninggalkan dunia yang fana ini
Pertama-tama jagalah diri
Martabat keluarga dijunjung tinggi.

Kedua pula janganlah kikir
Bersikaplah adil tak boleh mungkir
Hormatilah pula setiap orang pakir
Setiap tindakan harus dipikir.

Selain itu sebagai ketiga
Sesudah aku meninggalkan dunia
Hendaklah turut dan kerjakan segera
Pergilah anakda dari negeri kita.

Sebabnya itu wahai anakku tersayang
Di negeri Keling negeri kita sekarang
Banyaklah orang sebagai penghalang
Yang iri dengki selalu datang.

F. Contoh Gurindam

1. Gurindam Dua Belas

Barang siapa hendak bertanya
Maka tanyalah pada ahlinya

Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru

Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh

Jika berilmu janganlah angkuh
Nanti dirimu akan terjatuh

Jikalau engkau belajar kitab
Maka haruslah taati adab
 
Ketika engkau tengah belajar
Haruslah tekun dan juga sabar

Barang siapa tidak berilmu
Bagaikan kursi tidak bertumpu

Belajar untuk raih faedah
Bukan sekadar raih ijazah

Mencari ilmu wajib hukumnya
Baik si kanak atau si tua

Ilmu jangan hanya dihafalkan
Namun juga harus diamalkan

Guru yang tak bisa jadi teladan
Bagaikan bayang tanpa si badan

Guru yang mampu jadi teladan
Bagaikan sinar di kegelapan

Belajar mesti bertahap
Bagai membangun sebuah atap

Seorang guru mesti bersabar
Kepada murid yang dia ajar

Murid haruslah bersikap baik
Kepada guru yang tengah didik

Kalau engaku tidak tahu
Maka harus cari ilmu

Kalau anak tidak dibina
Nanti dia jadi celaka

Jika kita belajar agama
Maka kita akan mampu mengenal-Nya

Jika anak tak dididik dengan sayang
Maka nanti dia jadi pembangkang

Jika anak dididik dengan kasih
Maka hatinya tak akan lirih

Kepada guru harus beradab
Kepada rekan jangan biadab

Jika anak tidak punya teladan
Maka nanti dia ‘kan kelimpungan

Jika anak tidak dapat satu bimbingan
Maka nanti dia ‘kan kebingungan

Ilmu mesti harus diamalkan
Agar ilmu tidak terlupakan

Jangan hanya pandai saja di benak
Namun juga harus pandai di tindak

Orang yang berilmu tanpa amal
Bagai pohon rindang berbuah banal

Belajar jangan hanya mendamba hasil
Namun mesti pelahan bagai mencicil

Hidup akan jadi tidak keruan
Jika tidak punya ilmu pedoman

Belajar dengan penuh kesungguhan
Akan mendapatkan kemenangan

Segala ilmu yang didapatkan
Mesti diajarkan dan diamalkan

Jangan berani engkau berfatwa
Jika kau memang bukan ahlinya

Si murid akan terus melawan
Jika dididik dengan bentakan

Didiklah anak dengan teladan
Bukan sekadar dengan ucapan

Belajarlah dengan tulus ikhlas
Nanti Tuhan akan memberi balas

Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti

Apabila kelakuan baik berbudi
Hidup menjadi indah tak akan merugi
 
Apabila hidup selalu berbuat baik
Tanda dirinya berhati cantik
 
2. Gurindam Pendidikan
 
Jikalau engkau sudah mempelajari kitab
Maka haruslah kamu menaati adab

Ketika engkau sedang belajar
Haruslah dengan tekun dan juga sabar

Jika sedang belajar meraih faedah
Jangan hanya sekadar meraih ijazah
 
Ilmu itu jangan hanya dihafalkan
Tetapi juga harus diamalkan
 
Guru yang tidak bisa jadi teladan
Bagaikan bayangan tanpa badan
 
Guru yang mampu jadikan teladan
Bagaikan cahaya dari kegelapan
 
Belajar itu harus bertahap
Bagaikan mendirikan sebuah atap 
 
Seorang guru harus bersabar
Dengan murid yang sedang dia ajar
 
Murid itu haruslah bersikap baik
Kepada guru yang sedang mendidik
 
Jika anak tidak dididik dengan kasih sayang
Maka ketika besar akan jadi pembangkang
 
Jika ilmu yang diperoleh tidak sempurna
Maka hidup tiadalah berguna
 
Masa muda adalah masa produktif
Maka gunakanlah dengan efektif
 
Jangan bertindak sebelum berfikir
Agar tidak kecewa di kemudian hari
 
Raihlah ilmu dengan kesabaran
Agar kelak engkau memetiknya dengan kesenangan 
 
3. Contoh Gurindam Nasihat
 
Barang siapa yang menuntut ilmu
Tidak ada manusia yang akan tertipu
 
Barang siapa yang mudah putus asa
Pasti Allah akan murka padanya

Barang siapa yang giat berusaha
Pasti kejayaan akan muncul bersama
 
Barang siapa meninggalkan yang lima
Pasti hidupnya tidak akan sempurna
 
Barang siapa yang berpegang kepada Al-Quran
Pasti jiwa akan tenang tiada kegelisahan
 
Belajarlah di usia muda
Janganlah kamu tunda-tunda
 
Namun jika kamu menunda
Maka hilanglah kesempatan yang berharga
 
Barang siapa yang mudah menyerah
Maka kejayaan tidak akan menyapanya
 
Barang siapa yang meninggalkan rukun islam
Maka hidupnya akan kelam
 
Barang siapa berpegang teguh kepada Al Qur’an
Maka hidup akan merasa kebahagiaan
 
Jika engkau menuntut ilmu
Maka tak ada yang bisa menipumu

4. Gurindam Berangkai
 
Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat

Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas

Barang siapa tinggalkan sholat
Akan menuntun ke perbuatan maksiat

Barang siapa melakukan perbuatan maksiat
Pasti akan disiksa di akhirat

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan menjadi tergerus

Jika pikiran selalu tergerus 
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus

Apabila selalu mencela orang 
Tandanya dia bermain curang

Jika Anda bermain curang 
Tentulah lawan menjadi berang

Apabila orang banyak berkata 
Itu tandanya dia berdusta

Dengan orang tua jangan pernah melawan 
Kalau tidak mau hidup berantakan

Jagalah hati jagalah lisan 
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan

Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati 
Itulah cara menunjukan bakti

Teruslah menyakiti diri sendiri 
 Kelak kau akan mati berdiri

Belajar janganlah ditunda-tunda 
Karena kamu tidak akan kembali muda

Jika kamu terus menunda 
Hilanglah sudah kesempatan berharga

Masa lalu biarlah berlalu 
Masa depan teruslah kau pacu

Apabila anak tak diajari ilmu agama 
Pastilah anak menjadi tercela

Lestarikan alam kita
sebelum alam menjadi murka
 
Belajarlah demi masa depan
Untuk mencapai semua harapan
 
Apabila mata terjaga
Hilanglah semua dahaga
 
Apabila kuping tertutup handuk
Hilanglah semua kabar buruk
 
Apabila mulut terkunci rapat
Hilanglah semua bentuk maksiat
 
Apabila tangan tidak terikat rapat
Hilanglah semua akal sehat
 
Apabila kaki tidak menapak
Larilah semua orang serempak
 
Jika hendak mencapai akhirat
Teruslah berdoa dan jangan lupa bertaubat
 
Jika hendak menggapai cita-cita
Bekerjalah lebih dari rata-rata
 
Jika hendak hidup bahagia
Jangan penah melakukan perbuatan sia-sia
 
Jika hendak mencari cinta sejati
Carilah dengan penuh hati-hati
 
Barang siapa tidak takut tuhan 
Hidupnya tidak akan bertahan
 
Barang siapa tidak pernah puasa
Hidupnya akan penuh dosa
 
Barang siapa meninggalkan sholat
Berarti dia berbuat maksiat
 
Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat
Hartanya tidak akan mendapat berkat
 
Barang siapa yang mampu melaksanakan haji
Tentulah orangnya patut dipuji
 
Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti
 
Apabila kelakuan baik berbudi 
Hidup menjadi indah tak akan merugi
 
Apabila hidup selalu berbuat baik
Tanda dirinya berhati cantik 
 
5. Gurindam Nasihat
 
Apabila mata terjaga
Hilanglah semua dahaga
 
Apabila kuping tertutup handuk
Hilanglah semua kabar buruk
 
Apabila mulut terkunci rapat
Hilanglah semua bentuk maksiat
 
Apabila tangan tidak terikat rapat
Hilanglah semua akal sehat
 
Apabila kaki tidak menapak
Larilah semua orang serempak
 
Barang siapa menuntut ilmu
Tiada manusia yang akan menipu
 
Barang siapa putus asa
Pasti Allah akan murka
 
Barang siapa kuat berusaha
Pasti kejayaan muncul bersama
 
Barang siapa meninggalkan yang lima
Pasti hidup tidak sempurna
 
Barang siapa melawan kata ibu dan bapa
Kelak hidup akan binasa
 
Barang siapa ikhlas bersahabat
Pasti persahabatan terjalin hebat
 
Barang siapa berpegang kepada Al-Qur’an
Pasti jiwa tenang tiada keresahan
 
Barang siapa menjalin muafakat
Pasti hidup menjadi berkat
 
Barang siapa menjalin cinta
Jauhkan diri daripada nafsu buana
 
Barang siapa yang kaya raya
Ingatlah kepada yang susah sengsara
 
Dengan orang tua jangan pernah melawan
Kalau tidak mau hidup berantakan
 
Jagalah hati jagalah lisan
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan
 
Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati
Itulah cara menunjukan bakti
 
Teruslah menyakiti diri sendiri
Kelak kau akan mati berdiri
 
Barang siapa tidak takut Tuhan
Hidupnya tidak akan bertahan
 
Barang siapa tidak pernah puasa
Hidupnya akan penuh dosa
 
Barang siapa meninggalkan sholat
Berarti dia berbuat maksiat
 
Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat
Hartanya tidak akan mendapat berkat
 
Barang siapa yang mampu melaksanakan haji
Tentulah orangnya patut dipuji


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Contoh Teks Puisi Rakyat (Terbaru) : Pantun, Syair, dan Gurindam

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer