"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Senin, 11 Mei 2020

Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi pada Laki-Laki



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan struktur dan fungsi organ reproduksi pada laki-laki. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang struktur dan fungsi organ reproduksi pada laki-laki. Dan harapannya, apa yang admin  bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam memahami struktur dan fungsi organ reproduksi pada laki-laki.

Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi pada Laki-Laki

Organ Reproduksi Laki-Laki

Organ reproduksi pada laki-laki terdiri atas organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam. Organ reproduksi laki meliputi organ reproduksi internal dan organ reproduksi eksternal. Organ reproduksi internal meliputi testis, saluran pengeluaran (epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra) dan kelenjar asesoris (vesikula seminalis, kelenjar prostat, kelenjar Cowper) yang mensekresikan getah esensial bagi kelangsungan hidup dan pergerakan sperma. Sedangkan organ reproduksi eksternal meliputi  penis dan skortum.

Organ Reproduksi Luar

Organ reproduksi luar merupakan reproduksi yang terletak pada bagian luar tubuh dan dapat diamati secara langsung. Organ reproduksi luar laki-laki terdiri atas penis dan skrotum.
1. Penis
Penis tersusun atas jaringan otot yang mengandung banyak pembuluh darah dan saraf. Penis berfungsi sebagai alat untuk memasukkan sel sperma ke dalam alat reproduksi wanita.
2. Skrotum (Kantong Pelir)
Skrotum merupakan kantong kulit pelindung testis. Skrotum berfungsi mengatur suhu testis agar sesuai dengan kehidupan sel sperma. Skrotum akan mengendur seiring dengan meningkatnya suhu testis. Sebaliknya, skrotum akan mengerut jika suhu testis menurun.

Organ Reproduksi Dalam


Organ reproduksi dalam adalah organ reproduksi yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat dilihat secara langsung. Organ reproduksi dalam terdiri atas testis, saluran reproduksi, dan kelenjar reproduksi.
1. Testis
Testis adalah penghasil sperma dan hormon testoteron. Testis berjumlah sepasang dan terletak di luar rongga perut. Testis terdiri atas saluran-saluran yang disebut tubulus seminiferus. Saluran ini berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma. Pada jaringan epidermis testis terdapat sel sertoli yang berfungsi memberi nutrisi bagi sel sperma. Pada dinding testis terdapat jaringan ikat dan sel Leydig yang berfungsi menghasilkan testosteron.
Jumlah satu pasang. Merupakan saluran yang keluar dari testis, berkelok-kelok di luar permukaan testis sepanjang kurang lebih 6m. Berperan sebagai tempat pematangan sperma. Selama perjalanan ini sperma menjadi motil dan mendapatkan kemampuan untuk membuahi.
2. Vas deferens
Saluran lurus mengarah ke atas merupakan kelanjutan epididimis dan ujung salurannya berada dalam kelenjar prostat. Berperan sebagai saluran jalannya sperma dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantung semen/mani).
3. Vesikula seminalis
Kantung ini juga merupakan kelenjar yang berlekuk-lekuk. Dindingnya mensekresikan cairan kental berwarna kekuning-kuningan dan bersifat basa (alkalis). Menyumbangkan sekitar  60% total volume semen. Cairan tersebut mengandung mukus (lendir), gula fruktosa (penyedia energi untuk pergerakan sperma), enzim, vitamin, dan hormon prostagladin.
4. Saluran ejakulasi
Berupa saluran pendek yang menghubungkan duktus vesikula seminalis dan uretra.
5. Uretra
Merupakan saluran yang terdapat sepanjang penis, memiliki lubang keluar di ujung penis. Berfungsi sebagai saluran keluar urine dan saluran keluar air mani.
6. Kelenjar prostat
Terdapat di bawah kantung kemih. Mensekresikan getahnya secara langsung ke dalam uretra berupa cairan encer berwarna putih seperti susu mengandung enzim antikoagulan dan asam sitrat (nutrisi bagi sperma).
7. Kelenjar Cowper
Terdapat di bawah kelenjar prostat. Melalui saluran mensekresikan getahnya ke dalam uretra berupa mukus (lendir) jernih bersifat basa yang dapat menetralisir urin asam yang tertinggal di sepanjang uretra.
8. Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses pembentukan dan pemasakan sel kelamin laki-laki. Spermatogenesis berlangsung di dalam testis. Proses pembentukan spermatozoa (sel sperma) dipengaruhi oleh beberapa hormon. Aktifnya hormon-hormon tersebut dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis.

Saluran Reproduksi

Saluran reproduksi laki-laki berupa saluran yang panjang dari duktus epididimis hingga uretra. Saluran reproduksi laki-laki terdiri atas beberapa saluran sebagai berikut.
  • Epididimis berjumlah sepasang dan berada di sekitar testis. Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan sel sperma.
  • Vas deferens berfungsi mengangkut sperma matang dari epididimis ke kantong sperma atau vesikula seminalis.
  • Saluran ejakulasi berfungsi menyalurkan sperma matang dari vesikula seminalis ke uretra.
  • Uretra merupakan saluran kemih dan tempat untuk keluarnya sperma. 

Kelenjar Reproduksi

Kelenjar reproduksi mengeluarkan secairan semen yang berfungsi mengaktifkan dan memelihara sel sperma. Kelenjar reproduksi terdiri atas kelenjar-kelenjar sebagai berikut.
  • Vesikula seminalis merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kandung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan makanan yang adalah sumber nutrisi bagi sperma. 
  • Kelenjar Prostat adalah kelenjar terletak melingkar di bagian atas uretra di bawah kandun kemih. Kelenjar ini merupakan pensekresi semen yang langsung menyekresikan produknya menuju uretra melalui bebera saluran kecil. Cairan prostat bersifat encer seperti susu dan mengandung enzim antikoagulan, nutrisi bagi bagi sperma, dan sedikit asam.
  • Kelenjar Cowper adalah kelenjar yang dikenal sebagai bulbouretra. Kelenjar terletak  di sepanjang uretra di bawah prostat. Kelenjar Cowpew berfungsi menyereksikan mukus dan cairan bening yang menetralkan keasaman sisa urine dalam uretra dan keasaman vagina.

Spermatogenesis pada Laki-Laki


Spermatogenesis adalah proses pembentukan dan pemasakan sel kelamin laki-laki. Spermatogenesis berlangsung di dalam testis. Proses pembentukan spermatozoa (sel sperma) dipengaruhi oleh beberapa hormon. Aktifnya hormon-hormon tersebut dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis.

Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Follcle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubersitas, testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yan akan memacu spermatogonium untuk memulai proses Spermatogenesis.

Proses pemasakan spermatosit menjadi sel sperma menjadi sel sperma disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2  hari. Proses spermatogenesis diawali dengan sel-sel primordial diploid di dalam testis membelah berkali-kali dan membentuk spermatogonium (2n). Spermatogonium mengalami perkembangan dan membentuk spermatosit primer (2n).

Spermatosit primer membelah secara meiosis menghasilkan dua buah sel spermatosit sekunder haploid (n). Tiap-tiap sel spermatosit sekunder membelah secara meiosis menghasilka empat spermatid haploid (n). Setiap spermatid mengalami pematangan menjadi sel sperma. Apabila spermatogenesis sudah selesai, ABP testoteron tidak diperlukan lagi. Setelah itu, sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibrin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH.

Sperma yang dihasilkan testis akan bercampur dengan getah-getah yang dihasilkan kelenjar reproduksi sehingga terbentuk suatu suspensi. Suspensi ini adalah campuran antara zat cair dan zat padat yang disebut air mani (semen). Semen ini akan dikeluarkan melalui uretra. Pada umumnya, volume semen yang dikeluarkan sebanyak 2,5-5 mililiter (mL). Dalam setiap mililiter semen mengandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel sperma tersebut hanya satu sel sperma yang mampu membuahi sel telur.

Sel sperma yang dihasilkan dari proses Spermatogenesis terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Pada bagian kepala mengandung inti dan akrosom. Akrosom mengandung enzim ini untuk menembus lapisan pelindung sel telur. Bagian tengah (leher) sel sperma terdapat banyak mitokondria sebagai penghasil tenaga untuk pergerakan sel sperma. Bagian ekor sel sperma selalu bergerak sehingga sel sperma dapat mencapai ovum.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi pada Laki-Laki

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer