"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Jumat, 25 Oktober 2019

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Selamat datang di searchpengertian. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan renungan harian Katolik hari ini. Semoga renungan yang admin bagikan ini dapat membantu Bapak, Ibu, dan Saudara dalam memncari renungan-renungan harian Kristen Katolik. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan iman percaya kita kepada Tuhan. Kiranya rahmat Tuhan yang maha kuasa menyertai kita hari ini dan sepanjang masa.

Tuhanlah Arah dan Orientasi Hidupku

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Bau kemenyan bercampur kembang menyengat. Remang-remang cahaya menyelimuti areal ruangan itu. Sang dukun bersila sembah, raganya terbalut pakaian hitam. Aksesoris tambahannya aneh dan menyeramkan. Ia mengeluarkan kata-kata tak berbentuk...... hmmmmmmm, hmiiiiiiiiiimmmmmmm. "Pergiiiiiiii," tiba-tiba sang dukun itu berteriak. Sejenak hening mencekam. "Bagaimana sudah mulai merasa lebih baik?" "Ya .... ya.. ya," ungkap pasien kepada sang dukun. Begitu meletakkan segepok uang di depan dukun itu, pasien itu lari ketakutan meninggalakn ruangan 'kiamat' itu. "Wah labih baik aku menjawab, ya sudah baik, biar aku bisa bebas dari suasana yang mencekam itu," sembari beristirahat sejenak di bawah pohon Waru, ia bergumam.

Yesus dan orientasi-Nya, adalah orientasi Allah, datang dari 'atas' dan menyelamatkan manusia. "Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan." Dalam konteks ini, maka sumber dan gerak pewartaan Yesus berasal dari Allah, Sang kebaikan. Adalah sangat keliru kalau gerak pewartaan Yesus diperhadapkan dengan sang sumber keburukan. Sumber keburukan orientasinya mencelakakan manusia. "Bagaimana iblis dapat mengusir iblis?"

Allah yang kita imani dalam dan melalui Putra-Nya Tuhan kita Yesus Kristus dengan semangat Roh Kudus adalah arah, sumber serta tujuan hidup. Ia menyelamatkan dan memberikan kita kebahagian kekal. Kekuatan yang menakutkan, menjanjikan kebahagiaan sementara perlu kita hindari dan jauhi. Hari ini Tuhan mengajak kita untuk memantapkan dan pastikan bahwa orientasi kita adalah kasih sayang dan kebesaran-Nya.

Aku Berarti bagi Tuhan

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

11 Januari gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Pembaptisan Tuhan mengingatkan akan Pembaptisan kita. Kita dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Rahmat Pembaptisan ini menjadikan martabat kita sebagai keluarga besar Allah, karena Yesus Kristus. Ia adalah Putra kesayangan Allah. Pembaptisan Allah di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, bersama-sama orang lain merupakan ungkapan solidaritas Yesus terhadap manusia. Ia memang sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa.

Bacaan-bacaan liturgis pada pesta pembaptisan Tuhan, mengetengahkan rahmat dan kebaikan-Nya, karena relasi spesial dengan manusia. Yesaya menggambarkan, bahwa Allah sebagai sumber rahmat dan kepuasan. Siapa saja yang datang kepada-Nya akan memperoleh dengan cuma-cuma. Relasi atau ikatan Tuhan Allah kekal denganmu, bukti kerelaan-Ku yang Kujanjikan kepada Daud." Surat pertama Yohanes menggambarkan bahwa rahmat itu karena iman akan Yesus Kristus. "Siapa yang mengalahkan dunia, selain daripada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Putra Allah?" Injil Markus mengisahkan bahwa relasi Yesus dengan Allah, mengajak orang-orang beriman untuk mendengarkan Dia (Yesus Kristus) karena Dia adalah Putra Kesayangan Allah. "Engkau Putra kesayangan-Ku. Engkau berkenan di hati-Ku.

Saudara-saudari dan saya dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan tanggapan kita adalah Amin. Permandian yang kita terima menggambarkan bahwa kita berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah, sebagai bagian keluarga besar Allah. Relasi dengan Tuhan yang terlaksana dalam dan melalui relasi baik dengan sesama. Kita bertanya pada diri pada saat pesta pembaptisan Tuhan ini. Bagaimana hubungan Tuhan dalam karya dan syukur? Bagaimana relasiku dengan Tuhan, dalam tobat dan pembaharuan hidup? Tuhan tanpa-Mu aku tak ada artinya." Amin.

Ambil Bagian demi Kebaikan

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Karolus Rawailin dan Martina Kolondasi, melibatkan anak-anaknya dalam menata ruang rumah keluarga itu. Gak yang duduk di bangku sekolah menengah atas dan Bliro di bangku menengah pertama itu, selalu memberikan ide, gagasan, serta aktif menata ruangan sesuai dengan keinginan keluarga itu. Posisi sofa, fans bunga, meja makan, almari dll. "Biar kami selalu merasa 'baru' sambil melatih kreatifitas dan tanggung jawab anak-anak," tanggap Karolus saat ditanya tetangga.

Surat Ibrani menekankan bahwa Allah selalu melibatkan manusia dalam menata dan membangun kehidupan. Yesus Kristus adalah model bagaimana Allah secara total melibatkan manusia itu, karena Ia adalah cahaya dan gambar wujud Allah..." Yesus memanggil 12 murid-Nya. Ia memanggil mereka dari realitas hidup hariannya; profesi, cara berpikir serta kebiasaan hidup harian yang ada. Tidak ada yang istimewa, biasa-biasa saja. prosedurnya juga simpel, tidak melalui jalur birokrasi yang rumit. "Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Allah memanggil kita agar terlibat dalam perwartaan Kabar Gembira dalam dan melalui hidup ini. Ia mengajak kita agar mendayagunakan segala keberadaan kita. Tutur kata, pekerjaan/profesi, laku-langkah kita merupakan bagian dari pewartaan. Mengapa? Allah, dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus memanggil seluruh eksistensi keberadaan kita sebagai pribadi yang beriman. Tantangannya adalah apakah saya selalu menjawab ya, dan rela terlibat kala diajak untuk sebuah aktifitas demi kebaikan sesama? Atau apakah saya meninggalkan kebiasaan yang tak perlu dan tak pantas agar mengikut Tuhan dengan penuh kebebasan?
Aku Mau Jadilah Engkau

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Pejabat itu mengunjungi masyarakat di sebuah kampung. Dialog dengan masyarakat setempat dipenuhi dengan janji, sebagaimana pernah dibuat sebelumnya. "Aku akan buat ini dan itu, aku akan beri ini dan itu," demikian nada dasarnya. Masyarakat yang sudah biasa mendengarkan janji-janji di siang bolong menanggapinya dengan pesimis dan apatis. Sebagian orang sibuk dengan pembicaraan dan kegiatannya masing-masing . Mereka tidak terlalu peduli. Masyarakat tidak membutuhkan janji dan angan-angan. Mereka membutuhkan realisasi dari janji itu. Aku mau, jadilah .... bukan, nanti kamu akan begini dan begitu.

Surat pertama Yohanes yang kita renungkan hari ini mengemukakan Pengorbanan sebagai bagian yang penting dari kesaksian iman. Penyaksi iman utama, Tuhan kita Yesus Kristus telah membuktikan hal itu. "Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus." Orang kusta sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas, bahwa ia datang, mengungkapkan realitas tubuhnya dan memohon agar disembuhkan. Orang kusta itu mempertaruhkan harkat dan martabatnya yang hina, dan mau diperbaharui atau disembuhkan, itu juga kalau Tuhan mau. "Tuhan jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Yesus menanggapi positif permohonannya: "Aku mau jadilah engkau tahir,." Yesus memberikan karya dan bukti nyata keselamatan itu.

Berkoban merupakan bagian dari iman. Berkorban itu terpatri erat dalam perbuatan dan tindakan nyata. Membantu orang lain yang sangat membutuhkan bantuan merupakan ungkapan empati yang real. Saya dan saudara-saudari diajak Tuhan untuk membagikan rahmat dan kebaikan-Nya kepada sesama. Kita menjadi peneguh dan penguat bagi yang lain, terutama saudara-saudari kita yang mempunyai masalah yang melilit kebahagiaannya. Aku mau jadilah engkau'sembuh.' Aku mau jadilah engkau 'bebas.' Aku mau jadilah bebanmu 'ringan'. (Bacaan Renungan dari Injil Luk 5:12-16).

Ia Harus Makin Besar dan Aku Makin Kecil

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Kamilus Watuoto adalah putra semata wayang Pak Darius dan Ibu Daria. Keluarga yang kehidupan ekonominya pas-pasanini berikrar, bahwa seluruh hidupnya akan terarah dan dibaktikan sepenuhnya untuk Darius, sang semata wayang. "Bagaimana pun Darius harus menjadi orang baik, sukses, dan beriman dikemudian hari. Kami akan selalu mendampingi, mengarahkan agar dia menjadi putra yang saleh," ungkap pak Darius "Biar sekarang kami hidup pas-pasan dan hemat-hematan, yang penting pendidikan dan kesejahteraan Darius terjamin kelak," kata Daria kepada ibu-ibu kelompok arisannya.

Yesus Kristus merupakan fokus dan pokok iman, bagi siapa saja yang percaya kepada Allah. Kehadirannya menyelamatkan manusia dari dosa dan maut, dan mengarahkan orang-orang percaya kepada kebenaran sejati, yaitu bahwa Dia adalah anak Allah, dan Dia adalah Allah. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal yang benar, dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." Nabi Yohanes pembaptis menegaskan posisi Yesus itu kepada orang banyak bahwa Yesus adalah anak Allah, dan tugasnya adalah menyiapkan kedatangan Yesus itu. agar semakin banyak orang percaya dan menerima Yesus. "Yang empunya mempelai perempuan ialah mempelai laki-laki, tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersuka cita mendegar suara  mempelai laki-laki itu."

Tuhan mengajak kita agar hidup terarah kepada-Nya. Tuhan merupakan sasaran puji-puja dan bakti kita. Orientasi hidup kita hari ini adalah gembira melayani Tuhan. Tuhan semoga Engkau dikenal dan dimuliakan oleh umat-Mu. (Bacaan Renungan dari Injil Yoh 3:22-30).

Mengenal dan Mengakui Tuhan

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Berto terkenal sebagai anak yang bandal. Kedua orang tuanya amat prihatin dengan kehidupan anaknya itu. Setiap malam keluarga Suryo selalu berdoa untuk Berto. "Tuhan  semoga anak kami mengenal dan akhirnya mengakui pendampingan-Mu melalui kami orang tuanya." Suatu ketika, Berto dan beberapa temannya ditangkap Polisi, karena terlibat kejatan narkoba. dalam proses selanjutnya, Pak Suryo dan istrinya, selalu mendampingi Berto dalam urusan perkara itu dan rehabilitasi mental. Berto kemudian sadar dan menjadi baik. "Melihat dan mengalami kasih, perhatian, dan penerimaan tulus dari kedua orang tuaku, saya mengakui bahwa telah mengenal dan mengalami kasih Tuhan." Sharing Berto, atas pengalamannya ini kepada para remaja, saat menjadi duta 'No Narkoba.'

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Allah adalah Kasih. Kaum beriman atau orang-orang yang percaya kepada-Nya, diajak untuk saling mengasihi sebagai proses untuk mengenal dan mengalami kesempurnaan Allah. Saat Yesus berjalan di atas air mendahului para murid-Nya, pada saat yang sama murid melihat Yesus, tetapi mereka tidak mengenalnya. "Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut." Membuka diri, mengenal Tuhan dan merasakan kasih-Nya dalam hidup ini mengantar kita mengakui bahwa Allah adalah kasih.

Saudara dan saya belum pernah melihat Tuhan. Kita mengalami kebaikan, kasih sayang-Nya melalui sesama. Ia hidup dan mengarahkan kita melalui peristiwa-peristiwa kehidupan. Doa, refleksi dan perenungan atau bahasa Kitab Suci 'mencari tempat sunyi' merupakan salah satu cara untuk mengenal dan akhirnya mengakui peran dan kehadiran-Nya. (Bacaan Renungan dari: Mrk 6:45-52*)
Membenarkan Kehadiran Tuhan

Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Kebenaran adalah relatif, dalam arti yang benar menurut saya belum tentu benar menurutmu. Fakta atau bukti merupakan tolok-ukur  kebenaran dalam ilmu-ilmu empiris. Orang beriman Kristiani, dalam dan melalui imannya 'membenarkan atau menyatakan Ya' bahwa Yesus Kristus adalah model pewahyuan Allah.

Surat pertama Yohanes menegaskan bahwa pembenaran pewahyuan Allah dalam diri Tuhan Kristus, terjadi riil dalam interaksi dengan sesama. "Jika seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta..." Membenarkan kehadiran Yesus dan pewartaan-Nya yang terarah kepada orang-orang kecil dan sederhana merupakan penegasan akan kasih Allah yang menyelamatkan manusia. "Dan mereka semua membenarkan Dia dan mereka heran dengan kata-kata indah yang diucapkan-Nya..,"

Lagi-lagi Tuhan menyakinkan saudara-saudari dan saya agar bersaksi dan membenarkan kehadiran-Nya, terutama dalam  realitas kita sekarang yang selalu mengandalkan kemampuan, pengetahuan, dan kreatifitas diri sendiri tanpa memperhitungkan penyelenggaraan Ilahi. Pengakuan akan kehadiran-Nya. Orientasi Tuhan terhadap orang kecil sederhana karena sikap ketergantungan kepada-Nya. Hanya kepada Tuhan mereka bersandar. (Bacaan Renungan dari: Luk 4:14-22a*)


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan Renungan Harian Katolik Hari Ini | Penyejuk Hati Umat Katolik Renungan Harian

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer