"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Kamis, 10 September 2020

Tata Cara Puasa Wajib dan Puasa Sunah | Agama Islam Kelas VIII (Revisi)



Daftar Isi [Tampil]

searchpengertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan materi seputar mata pelajaran agama Islam materi pokok pembelajaran tata cara puasa wajib dan puasa sunah revisi terbaru. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak dan Ibu Guru serta anak didik dalam mencari referensi tentang materi seputar mata pelajaran agama Islam materi pokok pembelajaran tata cara puasa wajib dan puasa sunah revisi. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan anak didik dalam memahami materi pokok yang diberikan.

Tata Cara Puasa Wajib dan Puasa Sunah | Agama Islam Kelas VIII (Revisi)

Puasa Wajib

Puasa menurut bahasa adalah menahan atau meninggalkan diri dari sesuatu. Puasa menurut istilah adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. 

A. Macam-Macam Puasa Wajib

  1. Puasa Ramadan 
  2. Puasa Nazar
  3. Puasa Kafarat
  4. Puasa Qada

B. Syarat Wajib Puasa

  1.  Baliq
  2. Berakal
  3. Menetap/bukan sedang bepergian
  4. Sanggup/kua berpuasa

C. Syarat Sah Puasa

  1. Islam
  2. Suci dari haid, nifas, wiladah
  3. Tamyiz (dapat membedakan yang baik dan buruk)
  4. Berpuasa pada waktunya/bukan waktu yang terlarang

D. Rukun Puasa

Artinya : Saya niat puasa untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah ta'ala.

  1. Niat
  2. Meninggalkan sesuatu yang dapat membatalkan puasa

E. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

  1. Makan dengan senggaja (jika lupa puasanya tidak batal)
  2. Minum dengan sengaja (jika lupa puasanya tidak batal)
  3. Memasukkan sesuatu ke dalam perut lewat lubang anggota badan.
  4. Muntah dengan senggaja
  5. Melihat bulan yang menunjukkan tanggal 1 Syawal

F. Orang yang Boleh Tidak Puasa

  1. Orang sakit yang tidak kuat puasa, diganti di hari lain jika sudah sembuh.
  2. Orang dalam perjalanan jauh, diganti di hari lain.
  3. Orang tua yang sudah lemah dan tidak kuat berpuasa, wajib membayar fidyah (shadaqah) tiap hari 3/4 liter beras.
  4. Orang hamil dan orang yang sedang menyusui.
    •  Apabila khawatir terhadap dirinya dan anaknya, maka wajib mengqadha di hari lain.
    • Apabila khawatir terhadap anaknya, maka wajib mengaqadha di hari yang lain dan membayar fidyah 3/4 setiap hari yang ditinggalkan.

G. Hal-Hal yang Dihindari Ketika Berpuasa

  1. Memfitnah/mencela
  2. Mengunjing dan marah
  3. Mencuri, menipu, dan berdusta
  4. Melihat perbuatan-perbuatan maksiat
  5. Memandang wanita dengan syahwat
  6. Bercerita atau mendengarkan cerita bohong

Puasa Sunah

A. Hal-Hal yang Dihindari ketika Berpuasa

  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berbuka dengan kurma, atau jika tidak ada cukup dengan air
  3. Mengakhirkan sahur
  4. Memperbanyak beramal shalih seperti shadaqah, memberikan makan dan minum bagi yang berpuasa, dan membaca Al-Quran

B. Puasa Syawal

  1. Puasa syawal dilakukan 6 hari setelah Idul Fitri
  2. Puasa Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut atau selang-seling
  3. Pahala puasa 6 hari di bulan syawal sama dengan nilai puasa selama satu tahun

C. Puasa Arafah

  1.  Puasa Arafah; puasa yang dilakukan oleh umat muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji pada tanggal 9 Zulhijjah.
  2. Bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunahkan puasa Arafah.
  3. Dalam riwayat hadits disebutkan kesunahan puasa 9 hari di bulan Zulhijah.

D. Puasa Asyura

  1. Puasa Asyura; puasa yang dilakukan di tanggal 10 bulan Muharram.
  2. Pada 10 Muharram terdapat peristiwa besar dalam sejarah; selamatnya Nabi Musa a.s. dari kejahatan Fir'aun.

E. Puasa Ayyamul Bidh

  1. Ayyamul Bidh; tiga hari setiap bulannya di tanggal 13, 14, dan 15 kalender Hijriyyah.
  2. Pada hari itu bulan sedang dalam keadaan terang.
  3. Orang yang konsisten menjalankan 3 hari setiap bulannya, mendapatkan pahala sebanyak puasa satu tahun.

F. Puasa Bulan Sya'ban

  1. Rasulullah saw. terbiasa melaksanakan puasa di bulan Sya'ban.
  2. Pada bulan Sya'ban amal manusia dilaporkan kepada Allah.

G. Puasa Daud

  1. Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan dengan selang-seling yaitu sehari puasa dan sehari kemudian tidak, dan seterusnya.
  2. Puasa Nabi Daud merupakan puasa terbaik, karena membentuk pribadi yang istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.

Hikmah dan Fungsi Puasa dalam Kehidupan

  • Sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  • Sebagian upaya melatih kedisiplinan, kejujuran, dan kepercayaan diri.
  • Sebagai upaya melatih pengendalian diri.
  • Sebagai upaya memelihara kesehatan.
  • Sebagai ungkapan syukur kepada Allah, yang telah memberikan segala nikmat kepada hamba-Nya.
  • Sebagai upaya membiasakan diri memelihara amanah.
  • Sebagai upaya memupuk rasa kasih sayang terhadap fakir miskin.
  • Dengan menjalankan puasa Ramadan secara ikhlas akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tata Cara Puasa Wajib dan Puasa Sunah | Agama Islam Kelas VIII (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer