"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Sabtu, 08 Agustus 2020

Pengertian, Unsur-Unsur, dan Tata Cara Debat | Bahasa Indonesia Kelas X



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan bahan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia kelas sepuluh materi pokok pembelajaran pengertian, unsur-unsur, dan tata cara debat revisi. Semoga bahan pembelajaran yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak Ibu Guru dan peserta didik dalam mencari referensi tentang bahan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia kelas sepuluh materi pokok pembelajaran pengertian, unsur-unsur, dan tata cara debat revisi. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi seputar debat yang telah diajarkan oleh Bapak Ibu Guru di sekolah.

Pengertian, Peranan, Bentuk, dan Jenis Debat | Bahasa Indonesia Kelas X

Pengertian Debat

Debat adalah kegiatan keterampilan berbicara antarpribadi atau pihak. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengemukakan bahwa gagasan atau konsep yang dikemukakan oleh satu pihak merupakan konsep yang lebih baik, lebih benar, dan lebih tepat dibandingkan gagasan pihak lain. Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan. Pihak-pihak yang terlibat dalam debat saling menyerang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, debat merupakan pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu masalah atau isu dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Debat dapat melibatkan dua orang, tim, ataupun sekelompok orang. Debat bukanlah permusuhan, melainkan kegiatan berpikir bersama.

Peranan Debat

Dalam masyarakat demokratis, debat memegang peranan penting dalam:
  1. perundang-undangan
  2. politik
  3. perusahaan (bisnis)
  4. hukum
  5. pendidikan

Bentuk Debat

Ada dua bentuk debat yaitu debat Inggris dan debat Amerika

1. Debat Inggris

Dalam debat Inggris ada dua kelompok yang berhadapan yaitu kelompok pro dan kelompok kontra. Sebelum debat dimulai, ditentukan dua pembicara dari setiap kelompok. Tema dan nama para pembicara diperkenalkan kepada para pendengar. Pada awal debat pemimpin menjelaskan secara singkat tata tertib debat, tetapi tidak membicarakan tema debat. Moderator hanya bertanggung jawab bahwa setiap pihak menyampaikan pendapat dan posisinya atas acara wajar dan pada akhir debat mengorganisasi pemungutan suara untuk menentukan pemenang. 

2. Debat Amerika

Dalam debat Amerika juga terdapat dua kelompok berhadapan. Akan tetapi, tiap-tiap kelompok menyiapkan tema melalui pengumpulan bahan secara teliti dan penyusunan argumentasi yang cermat. Para anggota kelompok debat adalah orang-orang yang terlatih dalam seni berbicara. Mereka berdebat di depan sekelompok juri dan publik. Debat dimulai apabila salah seorang anggota kelompok membuka pembicaraan dengan mengemukakan tesis dan dijawab oleh pembicara pertama dari kelompok yang kedua. 

Proses selanjutnya berlangsung apabila setiap anggota kelompok berbicara dalam urutan yang bergantian dengan anggota kelompok lain. Semua anggota dari kelompok berbicara dalam urutan yang bergantian dengan anggota kelompok lain. Semua anggota dari kedua kelompok mendapat kesempatan untuk berbicara. Setiap pembicara harus menyampaikan pandangannya mengenai tema dan tesis yang diperdebatkan.

Jenis-Jenis Debat

Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya, debat dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Debat Parlementer (Majelis)

Maksud dan tujuan majelis adalah untuk memberi dan menambahi dukungan terhadap suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya, berbicara mendukung, atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis. Pembatasan-pembatasan waktu berdebat dapat di atur oleh tindakan parlementer majelis tersebut.

2. Debat Pemeriksaan Ulangan

Debat pemeriksaan ulangan merupakan suatu bentuk perdebatan yang lebih sulit dan menuntut persiapan lebih matang daripada gaya perdebatan formal. Prosedur debat pemeriksaan ulangan sebagai berikut.
  • Pembicara afirmasi pertama menyampaikan pidato resminya. Setelah itu, pembicara afirmasi pertama diperiksa dengan teliti oleh pembicara negatif pertama.
  • Setelah tujuh menit pemeriksaan, sang penanya diberi kesempatan selama empat menit untuk menyajikan pengakuan-pengakuan yang telah diperolehnya kepada pendengar dengan pemeriksaan ulang itu. Pertanyaan penanya dibatasi pada pengakuan-pengakuan yang telah diperolehnya. 
  • Selanjutnya, anggota pembicara negatif yang kedua mengemukakan kasus negatif dan seterusnya diteliti ulang oleh pembicara afirmasi yang kedua. Teknik ini memang agak sulit dan menuntut keterampilan berbahasa tinggi yang ada hubungannya dengan permasalahan.
3. Debat Formal

Debat formal bertujuan untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan sejumlah argumen yang menunjang atau membantah suatu usul kepada para pendengar. Setiap pihak diberi jangka waktu sama bagi pembicara-pembicara konstruktif dan bantahan. 

Unsur-Unsur Debat

Debat terdiri atas dua tim yang saling berlawanan. Tim-tim tersebut adalah tim afirmasi (positif) dan tim oposisi (negatif). Kedua tim tersebut memperdebatkan tema yang diajukan pemimpin debat (chair person) atau moderator. Dalam debat, tema biasa disebut dengan mosi. Mosi berupa pernyataan atau sudut pandang terhadap suatu kasus.

Contoh Tema (Mosi):
Penggunaan pemanis dan pewarna buatan dapat membahayakan manusia, terutama dalam bahan campuran makanan.

Debat dapat terwujud apabila unsur-unsurnya dapat dipenuhi. Unsur-unsur tersebut mosi, afirmasi (tim positif), tim oposisi (tim negatif), tim netral (bisa hadir dan tidak), penonton (juri) yang dipanggil, moderator, dan penulis (notulis).

Tim Positif (Affirmative/Government Team)

Tim positif atau tim afirmasi adalah tim yang mendukung atau setuju dengan topik (mosi). Tim ini bertugas untuk membela mosi atau menyetujui isi mosi. Peran tim positif atau afirmasi sebagai berikut.
  1. Menjelaskan dan memberikan definisi atau masalah yang diperdebatkan dengan alasan dan landasan jelas serta masih dapat diperdebatkan.
  2. Memberikan parameter yang jelas tentang cakupan masalah atau mosi yang diperdebatkan, misalkan memberikan penjelasan serta batasan masalah yang akan diperdebatkan.
  3. Jika debat akan menggunakan proposal, pemberian penjelasan, mekanisme, dan detail proposal harus dijabarkan secara terperinci.
  4. Memberi argumen-argumen yang sangat jelas tentang mosi yang diperdebatkan.

Tugas Pembicara Tim Positif

Tim positif terdiri atas empat pembicara atau pendebat

1. Pembicara Pertama

Pembicara pertama bertugas menjelaskan atau mendefinisikan mosi (motion) agar arah perdebatan dapat dibawa ke definisi yang menyetujui mosi menjadi beberapa bagian untuk pembicara selanjutnya.

2. Pembicara Kedua

Pembicara kedua merupakan inti tim. Pembicara kedua menyanggah pernyataan dari pembicara pertama tim lawan. Pembicara kedua bertugas menjelaskan kasus dan memberikan argumen utama disertai data valid yang menguatkan argumen menyetujui mosi. Pembicara ketiga mendukung pembicara pertama.

3. Pembicara Ketiga

Pembicara ketiga bertugas menyanggah pernyataan pembicara kedua dari tim lawan. Pembicara ketiga bertugas menyampaikan argumen-argumen sebelumnya dari tim afirmasi.

4. Pembicara Pengulang

Pembicara pengulang bertugas menyampaikan kesimpulan. Pembicara pengulang menyampaikan kembali seluruh resume alasan, pernyataan setuju tim, dan kelehihan posisi mereka, Pembicara pengulang tidak memberikan sanggahan lagi kepada tim lawan.

Tim Negatif (Opposition Team)

Tim negatif atau tim oposisi adalah tim yang menentang atau tidak setuju dengan topik atau mosi yang diperdebatkan. Jika mosi debat seperti contoh di atas, tim oposisi akan menyatakan ketidaksetujuan penggunaan pemanis dan pewarna buatan dalam bahan campuran makanan. Tim oposisi terdiri atas empat pembicara. Tugas-tugas pembicara dalam tim oposisi kurang lebih sama dengan tim afirmasi. Namun, ada beberapa perbedaan.

Tugas Pembicara Tim Negatif

Pembicara-pembicara dalam tim oposisi sebagai berikut

1. Pembicara Pertama

Pembicara pertama dalam tim oposisi bertugas memberi timbal balik atas definisi mosi yang diutarakan oleh pembicara pertama tim afirmasi. Pembicara pertama tim oposisi akan menyatakan ketidaksetujuan dengan mosi yang diberikan pemimpin debat. Pembicara pertama menyampaikan gagasan-gagasan tim oposisi. Pembicara pertama menyampaikan argumennya.

2. Pembicara Kedua

Pembicara kedua tim oposisi bertugas menyanggah pernyataan pembicara kedua dari tim afirmasi. Pembicara kedua menyampaikan argumen yang mendukung pembicara pertama.

3. Pembicara Ketiga

Pembicara ketiga bertugas menyanggah pembicara sebelumnya (pembicara ketiga dari tim afirmasi). Pembicara ketiga bertugas mengulang kembali argumen-argumen yang telah disampaikan pembicara pertama dan kedua tim oposisi. Pembicara ketiga tidak diperbolehkan menyampaikan argumen baru.

4. Pembicara Pengulang

Pembicara pengulang tim oposisi bertugas memberikan kesimpulan. Pembicara pengulang tim oposisi bertugas menyampaikan kembali seluruh resume alasan, pernyataan kesetujuan tim, dan kelebihan posisi mereka. Pembicara pengulang tidak boleh memberikan sanggahan lagi.

Tata Cara Debat

Debat memiliki tata cara agar penyampaian gagasan atau pendapat dari tiap-tiap tim dapat berjalan lancar. Pada dasarnya sebuah debat dilaksanakan dengan tata cara hampir sama. Semua debat dapat dilaksanakan jika ada masalah yang harus dibicarakan atau diselesaikan. Berikut ini dijelaskan proses pelaksanaan debat.

1. Pembukaan oleh moderator

Dalam rahap pembukaan, pemimpin debat atau moderator memperkenalkan diri, menjelaskan mosi atau topik yang akan diperdebatkan, memperkenalkan tiap-tiap tim, dan membacakan tata tertib debat.

2. Penyampaian pernyataan tiap-tiap tim terhadap mosi 

Pembicara pertama tiap-tiap tim menyampaikan pendapatnya tentang mosi, apakah menentang atau menyetujui. Penyampaian pernyataan ini dilakukan secara bergantian tanpa adanya tanya jawab atau interupsi dari tim lawan.

3. Pelaksanan inti debat

Pada bagian ini setiap tim diberi kesempatan untuk menyampaikan argumen atau pendapat. Selain itu, setiap timj juga diberi kesempatan menyanggah argumen tim lawan. Tim yang didebat harus mempertahankan pendapatnya dengan menyampaikan argumen yang mendukung.

4. Simpulan

Pada bagian ini setiap tim menyampaikan simpulannya terkait argumen-argumen  yang telah disampaikan pembicara-pembicara sebelumnya. Simpulan biasanya disampaikan oleh pembicara keempat tiap-tiap tim.

5. Penutup

Setelah setiap tim menyampaikan simpulannya, moderator akan menutup debat. Moderator akan menyampaikan ringkasan, bukan simpulan karena dalam sebat sering terjadi kesepakatan kedua belah pihak. Dalam perlombaan debat, setiap sesi atau bagian mendapat jatah waktu. Jatah waktu tersebut berbeda-beda untuk tiap perlombaan, misalnya ada yang menetapkan 5-7 menit setiap pembicara.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Unsur-Unsur, dan Tata Cara Debat | Bahasa Indonesia Kelas X

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer