"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Jumat, 07 Agustus 2020

Pengertian dan Macam-Macam Shalat Sunah | PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan materi pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas delapan materi pokok pembelajaran pengertian dan macam-macam shalat sunah. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak Ibu Guru dalam mencari referensi tentang materi pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas delapan materi pokok pembelajaran pengertian dan macam-macam shalat sunah. Dan harapanya, apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam memahami materi pokok seputar pengertian dan macam-macam shalat sunah.

Pengertian dan Macam-Macam Shalat Sunah | PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII

Pengertian Salat Sunah

Shalat sunah adalah shalat selain shalat wajib lima waktu yang biasa dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Shalat sunah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. serta untuk mendapatkan pahala. 

Macam Shalat Sunah

Berikut ini adalah beberapa macam jenis shalat sunah dalam agama Islam. 
  1. Shalat sunah ada yang dilakukan dengan berjamaah dan ada pula yang dilakukan sendiri (munfarid).
  2. Shalat sunah berjamaah; shalat sunah yang dilakukan secara berjamaah, salah satunya menjadi imam dan lainnya sebagai ma'mum.
  3. Shalat sunah sendiri; shalat yang dilakukan secara sendiri-sendiri.
  4. Adapula shalat yang bisa dilakukan secara berjamaah dan sendiri (munfarid).
Shalat Sunah Berjamaah
  • Shalat idain (Idul Fithri dan Idul Adha)
  • Shalat Istisqa (meminta hujan)
  • Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)
  • Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)
  • Shalat Tarawih
  • Shalat Witir
Shalat Sunah Sendiri
  • Shalat Rawatib
  • Shalat Tahiyyatul Masjid
  • Shalat Istikharah
  • Shalat Tasbih
  • Shalat Hajat
  • Shalat Dhuha
  • Shalat Malam/Tahajud
  • Shalat Sunah Wudhu
  • Shalat Taubat

Shalat Sunah Berjamaah

Ada beberapa shalat sunah yang sebaiknya dilakukan secara berjamaah, yaitu Shalat 'Idain (Shalat Idul Fitri dan Idul Adha), Shalat Istisqa', Shalat Kusuf (gerhana matahari), dan Shalat Khusuf (gerhana bulan).

Shalat sunah hari raya (Shalat Id)

  • Shalat Id hukumnya sunah muakad bagi laki-laki dan perempuan, baik yang bermukim atau musafir.
  • Shalat Id boleh dikerjakan sendiri dan lebih baik dikerjakan berjamaah.
  • Shalat hari raya ada dua yaitu: Idul Fitri tanggal 1 Syawal dan Idul Adha tanggal 10 Zulhijah.
  • Wwaktu Shalat Id dimulai dari terbit matahari sampai matari condong.
Cara mengerjakan shalat Idain
  1. Berangkat ke Masjid atau lapangan.
  2. Mengerjakan dua rakaat shalat sunah tahiyyatul masjid, jika shalat Idain dilakukan di Masjid.
  3. Melafalkan niat shalat Idain:
Niat Shalat Idul Fitri:


Niat Shalat Idul Adha:

  • Pada rakaat pertama sesudah niat, takbiratul ihram, dan doa iftitah kemudian membaca takbir 7 kali. Disunahkan membaca "Subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar" setiap kali takbir. Kemudian membaca Al-Fatihah dan surah.
  • Pada rakaat kedua membaca takbir 5 kali, disunahkan membaca tasbih setiap kali takbir, kemudian Al-Fatihah dan surah.
  • Shalat Id dilakukan sebagaiman shalat suah lainnya.
  • Khotbah 2 kali dilakukan setelah shalat Id. Khotbah pertama membaca 9 takbir dan khotbah kedua membaca 7 takbir.

Shalat Minta Hujan (Itisqa)

  • Shalat istisqa; shalat yang dikerjakan untuk meminta hujan.
  • Waktu pelaksanaan shalat istisqa; pada saat adanya kekeringan dan kekurangan air pada musim kemarau yang panjang.
Cara mengerjakan shalat istisqa:
  1. 4 hari sebelum mengerjakan shalat istisqa, hendaklah masyarakat berpuasa sunah 4 hari.
  2. Pada hari ke 4 (masih berpuasa), masyarakat kumpul di tanah lapang.
  3. Mengenakan pakaian seadanya yang bisa dipakai.
  4. Tidak ada adzan dan iqamah.
  5. Shalat dua rakaat dimulai sebagaimana shalat biasa dan dipimpin imam.
  6. Setelah shalat dilanjutkan dengan khotbah, dan hendaklah dimulai dengan memohon ampunan kepada Allah 9x dalam khotbah pertama.
  7. Dilanjutkan dengan puji-pujian, syahadat, dan shalawat, lalu khatib memberikan nasihat-nasihat.
  8. Khotbah kedua dimulai dengan memohon ampunan 7x.
  9. Setelah selesai, imam dan hadirin memanjatkan doa kepada Allah.
  10. Dalam berdoa sambil mengangkat tangan, menadah kelangit dengan merendahkan diri, menghadap kiblat, dan membalikkan syalnya.

Shalat Gerhana

  • Shalat sunah Gerhana adalah shalat yang dikerjakan karena adanya gerhana bulan atau matahari.
  • Shalat Gerhana bulan dinamakan shalat khusuf dan gerhana matahari dinamakan shalat kusuf.
  • Kedua shalat ini hukumnya sunah muakad.
  • Waktu melaksanakan shalat gerhana matahari, yaitu mulai timbul gerhana sampai matahari kembali seperti biasa, atau sampai terbenam.
  • Shalat gerhana bulan, waktunya mulai terjadi gerhana itu sampai terbit kembali, atau sampai bulan tampak utuh.
Cara Melakukan shalat gerhana:
  1. Shalat dua rakaat dilakukan tidak seperti shalat sunah biasa.
  2. Pada rakaat pertama, setelah takbratul ihram, membaca surah yang panjang, kemudian rukuk dan i'tidal. Setelah i'tidal tidak langsung sujud melainkan membaca surah Al-Fatihah dan surah yang lebih pendek. Kemudian rukuk, i'tidal yang ke 2, lalu sujud sebagaimana biasa.
  3. Pada rakaat kedua sama halnya dengan rakaat pertama.
  4. Pada shalat gerhana bulan, bacaan imam dinyaringkan (jahr). Dalam gerhana matahari suara imam tidak nyaring (sirr). 
Lafal niat shalat gerhana matahari (Shalat Kusuf):


Lafal niat shalat gerhana bulan (Shalat Khusuf):

Shalat Tarawih

  1. Shalat Tarawih adalah shalat yang dikerjakan pada waktu malam di bulan Ramadan.
  2. Hukum shalat tarawih sunah muakad.
  3. Shalat tarawih boleh dilakukan sendiri atau berjamaah.
  4. Waktunya shalat tarawih setelah shalat Isya; sampai terbit fajar.
Cara melaksanakan shalat tarawih:
  • Niat mengerjakan shalat tarawih 
  •  Cara mengerjakan shalat tarawih sama dengan shalat sunah yang lain pada umumnya.

Shalat Witir

  • Shalat witir hukumnya sunah muakad.
  • Sunah muakad adalah pekerjaan ibadah sunah yang sangat diutamakan karena selalu dikerjakan oleh Rasulullah saw.
  • Waktunya sesudah shalat Isya' sampai fajar.
  • Biasanya pada bulan Ramadan, salat Witir dirangkai dengan shalat Tarawih, bilangan rakaat boleh satu, tiga, lima, tujuh, sampai sebelas rakaat.
 Tata acara pelaksanaan salat witir sebagai sebagai berikut:
  1. Waktunya pada malam hari setelah shalat Isya'. Pada bulan Ramadan setelah shalat Tarawih.
  2. Dilaksanakan secara berjamaah atau sendirian (munfarid).
  3. Jumlah rakaatnya ganjil.
  4. Dalam pelaksanaannya ada dua macam niat, yakni niat untuk shalat 2 rakaat dan ditutup dengan niat untuk shalat 1 rakaat.
  5. Berniat shalat Witir 2 atau 1 rakaat:
Niat shalat Witir 2 rakaat:

Artinya: Saya berniat mengerjakan shalat witir satu rakaat (sebagai ma'mum/imam) karena Allah ta'ala.

Shalat Sunah Munfarid

1. Shalat Rawatib
  • Shalat rawatib; shalat sunah yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat fardu.
  • Shalat rawatib ada dua: muakkad dan ghairu muakkan.
  • Shalat rawatib muakkad; shalat yang sangat dianjurkan, karena Rasulullah selalu mengerjakan.
  • Shalat rawatib ghairu muakkad; shalat sunah yang dianjurkan, namun Rasulullah tidak selalu mengerjakan.
  • Cara mengerjakan shalat rawatib sama dengan  shalat seperti biasa, yang membedakan hanya niat.
 Shalat Sunah Muakkad
  • 2 rakaat sebelum subuh
  • 2 rakaat sebelum zuhur
  • 2 rakaat sesudah zuhur
  • 2 rakaat sesudah magrib
  • 2 rakaat sesudah isya
 Shalat Sunah Ghairu Muakkad
  • + 2 rakaat sebelum zuhur
  • + 2 rakaat sesudah zukur
  • 4 rakaat sebelum asar
  • 2 rakaat sebelum magrib
  • 2 rakaat sebelum isya

Shalat Dhuha

  • Shalat dhuha; shalat sunah yang dilakukan mulai matahari setinggi tombak ( ± pukul 07.00) sampai tergincir matahari.
  • Jumlah rakaat shalat sunah dhuha minimal 2, dan 4, 8, 10, atau 12 rakaat.
Cara mengerjakan shalat dhuha:
  • Niat
  • Dikerjakan seperti biasa, setelah membaca Al-Fatihah dianjurkan membaca surah Asy-Syams di rakaat pertama dan Surah Adh-Dhuha di rakaat kedua.
  • Doa shalat dhuha.

Shalat Tahajud

  • Shalat sunah tahajud; shalat sunah dua rakaat dilakukan sebelum matahari terbit (dini hari). 
  • Shalat sunah tahajud dilakukan minimal 2  rakaat, dan tidak ditentukan banyaknya rakaat.
  • Shalat tahajud sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar, karena Rasulullah selalu mengerjakan shalat ini (Q.S. Al-Isra/17:79).
Niat shalat tahajud 

Artinya: Saya niat shalat tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Hikmah Melaksanakan Shalat Sunah

  1. Sarana mendekatkan diri kepada Allah swt.
  2. Penolong dalam segala urusan penting.
  3. Menambal kekurangan yang mungkin terdapat pada shalat fardu.
  4. Shalat adalah sebaik-baik amala.
  5. Dihapuskan dosa dan ditinggikan derajat.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian dan Macam-Macam Shalat Sunah | PAI dan Budi Pekerti Kelas VIII

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer