"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Rabu, 12 Agustus 2020

Contoh Pendahuluan, Landasan Teori, dan Metode Penelitian Teks Laporan Percobaan



Daftar Isi [Tampil]
searchpegertian.com | Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh pendahuluan, landasan teori/kajian pustaka, dan metode penelitian dalam teks laporan percobaan mata pelajaran bahasa Indonesia kelas sembilan revisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang contoh pendahuluan, landasan teori/kajian pustaka, dan metode penelitian dalam teks laporan percobaan mata pelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami contoh pendahuluan, landasan teori/kajian pustaka, dan metode penelitian dalam teks laporan percobaan mata pelajaran bahasa Indonesia.

Contoh Pendahuluan, Landasan Teori, dan Metode Penelitian Teks Laporan Percobaan

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang

Untuk tetap bertahan hidup, mahkluk hidup memerlukan makanan sebagai sumber energi. Makanan merupakan kebutuhan kita sehari-hari dan kebutuhan mutlak yang wajib dipenuhi bagi setiap makhluk hidup. Makanan yang kita konsumsi setiap hari merupakan zat gizi utama bagi tubuh. Zat gizi (nutrisi) adalah substansi-substansi di dalam makanan yang menyediakan energi dan material untuk perkembangan, pertumbuhan, dan perbaikan sel tubuh.

Makanan yang masuk ke tubuh kita akan diproses melalui sistem pencernaan yang dipecah menjadi molekul sederhana melalui dua cara, yaitu cara mekanis dan kimiawi. Cara mekanis melibatkan pergerakan otot, misalnya melalui mulut (gigi) dan gerak paristik. Cara kimiawi dilakukan oleh enzim pencernaan dan diproses di dalam mulut dan lambung.

Sebelum makanan dikonsumsi untuk selanjutnya dapat dicerna oleh tubuh, sebaiknya perlu diperhatikan zat gizi (nutrisi) yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, kebanyakan orang memang tidak terlalu memerhatikan hal tersebut sehingga saat manusia makan, mereka melupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa orang hanya mengonsumsi karbohidrat tanpa protein, glukosa, dan makanan lainnya yang menjadi sumber zat gizi (nutrisi). Hal tersebut bisa terjadi karena kebanyakan dari mereka tidak mengetahui pasti bahan makanan apa saja yang mengandung zat gizi (nutrisi) yang diperlukan oleh tubuh mereka.

Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diadakan praktikum untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam laporan ini adalah bagaimana menguji kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam berbagai bahan makanan?

3. Tujuan Penelitian

Laporan ini bertujuan mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.

B. Landasan Teori/Kajian Pustaka

1. Karbohidrat 

Karbohidrat adalah senyawa organik yang menjadi sumber energi utama bagi manusia dan hewan. Karbohidrat tersusun dari senyawa sederhana, seperti monosakarida, disakarida, karbohidrat kompleks, seperti polisakarida, dan serat. Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai sumber energi utama bagi tubuh, mengatur metabolisme lemak, menjaga keseimbangan asam dan basa, membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh, membantu penyerapan kalsium, memberi rasa manis pada makanan, dan membantu mengeluarkan feses. Karbohidrat banyak terkandung dalam makanan yang terbuat dari padi-padian, umbi, dan kacang-kacangan.

Semakin sederhana susunan molekul karbohidrat maka senyawa tersebut akan mudah dicerna dan rasanya akan semakin manis. Semakin panjang susunan molekul karbohidrat maka senyawa tersebut akan semakin sulit dicerna, misalnya serat. Akan tetapi, makanan berserat ini akan bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan.

Di dalam saluran pencernaan, karbohidrat akan mengalami metabolisme. Proses tersebut terjadi di mulut, lambung, dan usus. Hasil akhir metabolisme karbohidrat berupa glukosa beserta darah yang akan memenuhi kebutuhan energi sel-sel tubuh.

2. Protein

Protein merupakan makromolekul penyusunan bagian terbesar tubuh setelah air, yaitu seperlima bagian tubuh. Protein terbentuk dari rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Fungsi protein adalah sebagai zat pembangun tubuh, menyintesis substansi-substansi penting tubuh, menjaga keseimbangan cairan tubuh, menyediakan sumber energi, dan mendetoksifikasi zat-zat asing yang terdapat di dalam tubuh.

Protein dapat kita peroleh, baik dari hewan (protein hewani) maupun tumbuhan (protein nabati). Sumber protein hewani, antara lain daging, susu, dan telur, sedangkan sumber protein nabati, antara lain padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran.

Rata-rata standar kecukupan protein sehari adalah 45 gram. Jika seseorang kekurangan protein, akan terjangkit penyakit kwashiorkor. Tingkat kebutuhan protein dipengaruhi oleh bobot dan ukuran badan, umur, jenis kelamin, penyakit, dan lainnya.

3. Lemak

Lemak atau lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam zat pelarut organik (nonpolar), seperti kloroform, eter, dan minyak tanah. Lemak dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan lemak asli. Lemak memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai sumber energi yang menyediakan 9,3 kalori per gramnya, pembawa zat-zat makanan esensial, pelarut vitamin A, D, E, K, pelindung tubuh dari suhu dingin dan luka, penyimpanan makanan cadangan, penyedap makanan, dan penahan rasa lapar.

4. Glukosa

Glukosa adalah suatu gula monosakarida yang merupakan salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.

C. Metode Penelitian

1. Alat dan Bahan 

a. Alat : tabung reaksi, rak tabung, gelas kimia, pembakar spiritus, pipet tetes, korek api.
b. Bahan : nasi, kentang, roti, tahu, telur, avokad, minyak goreng, margarin, ekstrak gula, ekstrak permen, larutan biuret, lugol, fehling A dan fehling B, benedict.

2. Prosedur Kerja

a. Uji Karbohidrat
  1. Haluskan nasi, kentang, dan roti dalam wadah yang berbeda, lalu diberi sedikit air hingga menghasilkan ekstrak.
  2. Masukkan tiap ekstrak ke tabung reaksi.
  3. Tambahkan setetes demi setetes larutan lugol sambil dikocok hingga terjadi perubahan warna.
b. Uji Protein
  1. Haluskan bahan tahu dan telur dalam wadah yang berbeda, lalu beri sedikit air hingga menghasilkan ekstrak.
  2. Masukkan tiap ekstrak ke tabung reaksi.
  3. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga terjadi perubahan warna.
c. Uji Lemak
  1.  Siapkan kertas buram.
  2. Oleska minyak pada kertas buram, oleskan juga avokad dan mentega.
  3. Amati bagian kertas buram yang diolesi dengan cahaya.
d. Uji Glukosa
  1. Haluskan bahan gula dan permen, lalu beri sedikit air hingga menghasilkan ekstrak.
  2. Masukkan ekstrak ke tabung reaksi, teteskan larutan benedict atau fehling A+B.
  3. Panaskan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang diisi air hingga ekstrak berubah warna.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Contoh Pendahuluan, Landasan Teori, dan Metode Penelitian Teks Laporan Percobaan

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer