"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Senin, 04 November 2019

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Selamat datang di searchpengertian. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan 10 renungan terbaik Kristiani sebelum melakukan aktivitas hari ini. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu Bapak, Ibu, Saudara dalam mencari referensi renungan dalam kehidupan ini. Dan semoga dengan adanya contoh renungan Kristiani ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan iman kita. Tuhan memberkati semua, kini dan sepanjang masa. Amin.

Menemukan Kebenaran akan Allah

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat,

kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan Bait itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya."

Di berbagai bentuk media masa, kita mendapatkan aneka informasi mengenai orang-orang yang melakukanhal-hal yang baik dan menimbulkan rasa kagum. Namun, banyak juga orang-orang yang melakukan hal-hal buruk yang dikecam banyak orang.

Paulus menyatakan pujian atas kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh umat Tesalonika dalam konteks pewartaan injil. Sebagai seorang tokoh umat, Paulus mendoakan dan memohonkan berkat Allah untuk mereka. Namun sebaliknya,  Yesus mengecam perilaku dan cara hidup ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi. Mereka, oleh kata dan perbuatannya, menyulitkan dan menghalangi orang masuk ke dalam Surga. Para pemimpin agama itu, hanya tahu mengajarkan, tetapi tidak mampu melaksanakan apa yang diajarkan. Kecaman-kecaman Yesus kepada mereka mencerminkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, dan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin umat.

Anda dan saya, yang telah mendengar pemberitaan Sabda Allah, apakah yang kita usahakan dalam hidup ini? Apakah kita membantu atau menghalangi orang masuk Surga? Santo Agustinus adalah model pribadi dan jiwa yang mengalami pertobatan diri yang menghantar dirinya dan banyak orang lain menemukan kebenaran akan Allah.

Mewujudkan Iman dalam Tindakan

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya: "Hal, kerajaan surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tertapi, karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseruh: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis bijaksana itu: Tidak nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."Iman tidak lain dari pada tanggapan manusia terhadap Allah yang menyatakan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus. Percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, ungkapan cinta Allah yang paling sempurna untuk manusia. Percaya bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Percaya bahwa Yesus tidak hanya sebatas Raja, tetapi sekaligus Kerajaaan itu sendiri. Bacaan-bacaan hari ini menantang kita bahwa beriman saja belum cukup. Seperti umat tesalonika, mereka sudah percaya kepada Yesus. Namun, mereka ditantang untuk melaksanakan apa yang diajarkan Yesus, yakni mencintai Tuhan dan mencintai sesama setiap hari.

Perumpamaan tentang lima gadis yang bijak dalam Injil hari ini menantang kita yang sudah percaya kepada Yesus, untuk melaksanakan ajaran-Nya. Kita diajak untuk mengungkapkan iman dalam relasi dengan Allah melalui doa, Ekaristi, dan adorasi; sekaligus mewujudkan iman dalam tindakan-tindakan kasih setiap hari dalam relasi dengan sesama. Artinya, iman tanpa diungkapkan dan diwujudkan, bagaikan lima gadis bodoh yang tidak memanfaatkan secara optimal peluang untuk menyongsong kedatangan pengantin.

Teladan yang Baik

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana  pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga,dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Siapakah hamba yang tidak setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu  jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba yang lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membumuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Disanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Guru yang  baik akan meneladankan hal-hal baik kepada muridnya dan berdoa agar muridnya akan melakukan hal-hal baik yang telah dilakukannya. Pendidikan bukan hanya soal mengajarkan, tetapi terutama melakukan dan memprakktikan apa yang diajarkan. Tidak cukuplah memenuhi kepala anak dengan teori. Akan lebih berhasil jika anak itu belajar membuktikan dan mengalami kebenaran teori itu.

Hal menarik yang diungkap Paulus adalah bahwa ia mengingatkan umat Tesalonika untuk hidup dalam kasih sebagaimana mereka telah mengalami kasih darinya. Paulus telah mengajar dan memberikan teladan kasih kepada mereka. Sebagai orang yang telah berada jauh dari mereka, dan merindukan untuk bertemu kembali, Paulus mengharapkan mereka telah bertumbuh dan berkembang dalam kasih yang diteladankannya itu.

Yesus mengingatkan sikap dasar seorang murid, yakni kesiapsiagaan dalam menantikan datangnya hari Tuhan. Para murid hendaknya menjadi hamba yang setia dan bijaksana yang siap sedia melakukan hal yang harus dilakukannya sebagai seorang hamba. Mereka yang setia, bijak dan siap sedia akan selamat dan berbahagia. Apa yang diajarkan Yesus bukan sekedar teori dan nasihat belaka. Sejarah hidup-Nya adalah sejarah hidup seorang Hamba Yahwe yang siap sedia melaksanakan kehendak bapa-Nya. Semoga kita pun demikian. Kata-kata dan nasihat kita memang kuat pengaruhnya, tetapi teladan baik kita lebih memikat orang.

Pelayan yang Rendah Hati

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semuah pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;

mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janglah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan,"

Banyak orang memanfaatkan kedudukan demi mendapatkam berbagai kemudahan atau fasilitas. Mereka diistimewakan di jalan raya dengan dikawal polisi, rumah dijaga selama 24 jam dan disediakan berbagai fasilitasyang bertaraf kelas eksekutif. Di tengah mentalitas seperti itu, banyak orang tersentak jika ada presiden atau pejabat negara yang tampil "Low profile" dan memilih diperlakukan biasa-biasa saja.

Yesus mengkritik para pemimpin agama karena sikap dan gaya hidup mereka yang menekankan status. Mereka mengajarkan banyak hal tetapi tidak melakukannya. Mereka lebih banyak memberikan beban daripada membantu orang terlepas dari beban-beban yang dijerat. Mereka lebih suka dihormati dengan sebutan khusus dan diperlakukan secara istimewa. Yesus mengajarkan para murid-Nya agar mereka bersiap diri menjadi pemimpin yang bermentalis seorang pelayan. Yesus mengingatkan bahwa barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan. Rut telah mengalami kebenaran kata-kata Yesus itu. Boas, yang telah mendengar sebelumnya pribadi  dan keutamaan diri Rut, diperhadapkan dengan sikap Rut yang justru sujud menyembahnya. Boas terkesan dengan sikap Rut dan karena itu ia memperistrinya. Dari Rut, wanita dari negeri asing dan yang rendah hati, lahirlah generasi yang menjadi nenek moyang Yesus. Pemimpin-pelayan yang rendah hati adalah ciri khas pengikut Yesus, termasuk Anda.

Kasih kepada Allah dan Sesama

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Lagu "Where ever you go, Ishall go", yang dipopulerkan oleh Biarawan Benediktin Weston Priory, Jerusalem, sering dinyayikan dalam acara perkawinan atau retret untuk pasangan suami-istri dan keluarga. Lagu tersebut mengidungkan kisah Rut dalam bacaan pertama hari ini.

Rut adalah wanita Moab yang menikah dengan Mahlon, Putra Naomi, wanita Israel itu. Setelah suami dan kedua putranya meninggal, Naomi ingin kembali ke Israel. Kepada kedua menantu perempuannya itu, Naomi memberi kesempatan untuk kembali kepada keluarga mereka masing-masing.

Setelah mempertimbangkan itu secara matang, Orpa pamit dan pulang kepada keluarganya sedangkan Rut mau mengikuti Naomi kemana pun ia akan pergi. Bagi Rut "Di mana pun engkau bermalam, di situ pula aku bermalam. Bangsamu bangsaku, dan Allahmu Allahku" (Rut 1:16). Rut memperlihatkan suatu kesetiaan kepada Naomi dan kepada Allah Naomi yakni Allah Israel. Rut telah menunjukkan apa yang kemudian diajarkan Yesus sebagai hukum yang terutama: "Kasihanilah Tuhan Allahmu, dan kasihanilah sesamamu manusia" (bdk. Mat. 22:37.39). Kasih kepada Allah dan sesama adalah 'dua sisi dari satu mata uang' yang tak dapat dipisahkan dan yang menuntut suatu kesetiaan. Jangan bilang cinta kasih kalau anda pilih kasih.

Mengikuti Jalan Kebenaran

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Pada suatu hari, ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus ku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perinta Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?"

Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semua itu telah ku turuti, apalagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau Engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku."Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Walau sudah dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi tetap saja terjadi. Walau sejumlah orang telah di hukum mati karena kasus narkoba, bisnis narkoba jalan terus. Walau pemerintah mengusahakan undang-undang antikekerasan seksual, korban kejahatan seksual terus berjatuhan. Mengapa semua hal itu terjadi?

Dinamika kehidupan bangsa Israel sesudah wafatnya pemimpin-pemmpin besar (Musa dan Yosua) memperlihatkan betapa mudahnya bangsa itu kembali kepada dewa-dewi yang diperkenalkan oleh orang-orang di sekitar mereka. Kesetiaan kepada Allah begitu gampang digerogoti oleh tawaran-tawaran lain yang dirasa lebih menyenangkan dan menyelamatkan mereka. Allah berkali-kali membangkitkan para hakim di antara mereka, namun kesetiaan mereka hanya bertahan sebatas hakim itu masih berada di antara mereka. Kisah pemuda yang diceritakan dalam Injil memperlihatkan jiwa seseorang yang sulit mengikuti Yesus karena tidak mampu melepaskan diri dari kelekatan terhadap harta yang dimilikinya. Harta yang digenggam dirasakan sebagai pegangan yang lebih menjanjikan ketimbang tawaran mengikuti Yesus. Demikianlah ketika kekuasaan, harta, dan kesenangan dijadikan pegangan hidup, orang tidak mudah berpaling dan mengikuti jalan kebenaran.

Sikap dan Keadilan Allah

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya: "Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapatkan orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergilah juga kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkahnya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.

Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menaggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Adil dapat berarti memberikan hal yang sama kepada setiap orang, tetapi dapat berarti juga memberikan kepada tiap-tiap orang sesuai dengan hak dan kebutuhannya. Dalam arti yang pertama, kita dapat dinilai tidak adil jika ada orang yang mendapatkan lebih/kurang dari yang lain. Banyak orang mengerti keadilan seperti itu sehingga selalu menuntut kesamaan bagi setiap orang.

Dalam Injil, tuan tanah dinilai bersikap tidak adil oleh para pekerja karena membayar kepada semuah orang masing-masing 1 (satu) dinar padahal jam kerja mereka berbeda-beda. Mereka yang datang lebih awal berharap akan mendapatkan lebih banyak. Tetapi tuan tanah itu merasa bahwa ia bersikap adil karena ia membayar mereka sesuai perjanjian, dan merasa bahwa ia bebas berbuat sesuai kehendaknya. Dengan perumpamaan itu, Yesus mengajarkan sikap dan keadilan Allah yang mengganjar kita sesuai perjanjian. Lebih dari itu, Allah itu murah hati, yang memberi kepada kita sesuai kemauan dan kehendak-Nya, Sikap dan keadilan Allah seperti itu sering menumbulkan kecemburuan ketika orang mengalami dan menilai bahwa orang lain mendapatkan karunia lebih dari yang ia dapatkan.


Tidak  Membeda-Bedakan

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Sekali peritiwa Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseruh: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku,." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remeh-remeh yang jatuh dari meja tuannya" Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Beberapa hari lalu kita merayakan Proklamasi Kemerdekaan. kita mensyukuri kurnia Allah yang membangkitkan hasrat, semangat juang dan pengorbanan para pendahulu kita untuk memaklumkan diri sebagai orang-orang yang bebas dan merdeka dan berdaulat sebagai suatu bangsa. Peristiwa ini juga mengajak dan meneguhkan perjuangan kita dalam memperjuangkan cita-cita menuju bangsa yang adil dan makmur bagi seluruh masyarakat.

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan sikap yang perlu dimiliki untuk membangun negeri ini atas dasar kesamaan dan kesetaraan demi keadilan sosial. Yesus dalam Injil memperlihatkan sikap yang tidak membeda-bedakan orang dihadapan rahmat Allah. Walaupun tampaknya mengejutkan pernyataan Yesus, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Mat. 15:24), namun pernyataan menantang itu hanyalah menjadi ujian bagi perempuan yang memohon rahmat yang dibutuhkannya kepada Yesus. Yesus menanggapi imannya dengan sikap-Nya yang mau memberikan rahmat dan berkat kepada mereka yang meminta dan mengimani-Nya. Sabda Allah lewat Yesaya, "Taatilah hukum dan keadilan!" (Yes. 56:1), berlaku bagi siapa saja, tanpa perbedaan dan pembedaan. Hanya dengan cara itu, semua anak bangsa bisa menikmati kemerdekaan dan hasilnya yang sesungguhnya.

Melawan Kelaliman Penguasa

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa


Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa sengan juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.

Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekali pun setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan  ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedilah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Peringatan wafatnya Yohanes Pembaptis mengamanatkan kepada kita berbagai hal demi membangun bangsa dan Gereja ini. Kita membutuhkan orang-orang yang berjiwa dan berjuang seperti Yohanes Pembaptis: berani menegor cara hidup yang keliru dan menyerukan pertobatan, berani menegur pemimpin berkuasa yang melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan kesusilaan, dan siap menanggung risiko dari suara kenabian itu. Harapan akan munculnya tokoh seperti itu, semakin mendesak ketika negeri ini dihuni dan dikuasai oleh orang-orang seperti Herodes: mematikan hati nurani demi jabatan, tak gentar melanggar hukum demi kesenangan semata, sesumbar mengucap janji demi gengsi dan mengorbankan orang lain demi nama baik di depan umum.

Seruan Yeremia mengobarkan semangat juang untuk melawan kelaliman para penguasa negeri dalam keyakinan dan penyertaan Allah. Semoga negeri tercinta ini dan Gereja kita dipenuhi oleh orang-orang yang mau dan siap berjuang untuk itu, termasuk kita, yang berani mengatakan salah kalau itu salah, dan mengatakan benar kalau itu benar, walau itu penuh risiko. Kita jangan sampai menjadi orang yang pandai memutarbalikkan fakta dan akhirnya menebarkan fitnah yang menyesatkan banyak orang.

Semangat untuk Mengikuti Yesus

Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa

Sekali peristiwa Gilipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepada-Nya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dan kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret," Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah suatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepada-Nya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus, menjawab kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: "Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allahturun naik kepada Anak Manusia."

Orang kota sering dikesankan sebagai orang terpelajardan kaya, sedangkan orang desa sering dikesankan kampungan, miskin, dan bodoh. Itulah sebabnya banyak orang bermimpi dan berjuang untuk tinggal di kota. Proses urbanisasi tak akan berhenti selama desa dianggap tidak ada apa-apanya.

Yesus, orang Nazareth dan dikenal sebagai anak tukang kayu, dipandang remeh oleh Bartolomeus lewat kata-katanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazareth?" (Yoh.1:46). Sungguh pun demikian, ia tidak menolak untuk mengikuti ajakan Filipus untuk bertemu dengan Yesus. Pengenalan Yesus tentang dirinya membuat Bartolomeus terpesona kepada pribadi yang disebut dari Nazareth itu. Perjumpaan langsung kepada Yesus dan kata-kata Yesus yang menilainya sebagai oang Israel sejati dan tanpa kepalsuan, membuat Bartolomeus bertobat dan mengikuti Yesus. Yesus bahkan menjanjikan hal-hal lebih besar lagi kepadanya. Pribadi Bartolomeus menjadi model suatu pertobatan diri, dari keraguan dan sikap merendahkan menjadi tekad dan semangat untuk mengikuti Yesus. Sungguh, jika kita bertobat, kita akan melihat hal-hal besar dari apa yang kita imani seperti dikatakan Tuhan Yesus sendiri.: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kumpulan 10+ Renungan Kristiani Terbaik Sepanjang Masa

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer