"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Rabu, 25 September 2019

Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan, Unsur Kebahasaan, dan Contoh Teks Diskusi (Revisi)



Daftar Isi [Tampil]
Teks Diskusi | Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian, struktur, jenis, tujuan, unsur kebahasaan, dan contoh teks diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 9. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pengertian, struktur, jenis, tujuan, unsur kebahasaan, dan contoh teks diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan belajar anak didik di sekolah dalam memahami pengertian, struktur, jenis, tujuan, unsur kebahasaan, dan contoh teks diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 

Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan, Unsur Kebahasaan, dan Contoh Teks Diskusi (Revisi)

Pengertian Teks Diskusi

Teks diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran secara teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Diskusi adalah sebuah pertemuan ilmiah untuk bertukar ilmu mengenai suatu masalah. Diskusi memberikan jawaban atau pembicaraan lebih serius tentang suatu masalah. 

Struktur Teks Diskusi

Berikut ini adalah struktur yang terdapat dalam teks diskusi. Adapun struktur teks diskusi adalah sebagai berikut.

1. Pendahuluan
Pendahuluan dalam teks diskusi berisi isu atau topik permasalahan yang akan didiskusikan. Isu terletak paada paragraf pertama. Isu berisi penempatan masalah yang akan didiskusikan. Topik permasalahan atau isu yang dipilih sebaiknya bersifat aktual atau kontrversial agar memiliki banyak argumen yang mendukung dan menentang.
2. Isi
Bagian isi dalam teks diskusi berisi pendapat atau argumentasi. Argumentasi dalam teks diskusi terdiri atas argumentasi yang menyetujui atau mendukung dan argumen yang tidak menyetujui atau menentang.
3. Simpulan atau Saran
Dalam bagian ini penulis menghadirkan simpulan atau bisa juga rekomendasi dari isu atau masalah yang telah didiskusikan. Simpulan yang diambil tidak lagi mendatangkan masalah baru. Contohnya mempertimbangkan siapa, untuk apa, dan bagaimana menyikapi kemajuan teknologi saat sekarang ini.

Jenis Teks Diskusi

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis teks diskusi. Adapun jenis-jenis dari teks diskusi tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Diskusi Kelompok 
  2. Dialog Interaktif
  3. Rapat
  4. Diskusi Panel
  5. Simposium
  6. Seminar
  7. Konferensi
  8. Komite
  9. Diskusi Fak
  10. Diskusi Podium
  11. Forum Diskusi
  12. Lokakarya
  13. Debat
Tujuan Teks Diskusi

Tujuan dari teks diskusi adalah mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan dan pendapat. Diskusi bertujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan dan keputusan bersama mengenai suatu masalah.

Unsur Kebahasaan Teks Diskusi

Ada beberapa unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah teks diskusi. Adapun unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut.
1. Penggunaan Konjungsi Berlawanan
Konjungsi perlawanan menggunakan kata hubung: tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya.
2. Penggunaan Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal
a. Kohesi leksikal adalah kepaduan yang dicapai melalui pemilihan kata
b. Kohesi gramatikal adalah kepaduan yang dicapai dengan menggunakan elemen dan aturan gramatikal
3. Penggunaan Modalitas
Modalitas adalah kata yang memunyai makna kemungkinan, kenyataan, dan sebagainya yang dinyatakan dalam kalimat. Misal, harus, akan, ingin, dan mungkin.

Contoh Teks Diskusi

Pro Kontra Hukuman Mati bagi Pelaku Kejahatan Narkoba

Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi darurat narkoba. Narkoba tak lagi menjadi barang haram yang sulit untuk ditemukan. Kini pengedar barang haram ini telah merambah hingga ke pelosok kampung, sekolah-sekolah, kantor, pemerintah dan lain sebagainya. Berbagai segmentasi lingkungan sosial pun dengan mudahnya terjamah oleh peredaran narkoba seperti misalnya para pelaku seni (artis), para pejabat eksekutif, anggota legislatif, hingga ke komunitas jalanan seperti geng motor dan anak-anak punk. Bahkan belakangan ini tersebar sebuah berita tentang seorang tokoh spiritual yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. 

Salah satu upaya meminimalisasikan atau menekan suatu tindak kejahatan apapun, tak terkecuali dalam ranah peredaran narkoba secara umum adalah dengan menerapkan hukuman yang sesuai agar menimbulkan efek jera terhadap pelakunya. Beberapa tahun terakhir beredar wacana tentang pemberlakuan hukuman mati bagi para bandar narkoba kelas internasional. Sontak hal tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.Kontroversi terhadap hal ini mengerucut semakin tajam ketika pemerintah Indonesia mewanacakan penerapan hukuman mati bagi warga negara asing yang berperan aktif dalam kejahatan tersebut.

Wacana penerapan hukuman mati bagi terpidana narkoba sesungguhnya bukanlah barang baru. Perdebatan-demi perdebatan seolah menjadi suara sumbang yang berkicau tiada henti. Masing-masing pihak yang pro ataupun kontra terhadap penerapan hukuman mati terhadap penjahat narkoba memiliki alasan serta pertimbangan yang kuat.

Beberapa pihak yang kontra atau menentang adanya penetapan hukuman mati terhadap terpidana narkoba berdasarkan argumennya pada beberapa dasar. Dasar pertama adalah asumsi bahwa hukuman mati adalah ketepatan hukum yang mewujudkan sikap penistaan terhadap hak asasi dan martabat manusia. Berdasarkan argumen ini, banyak negara-negara di dunia menghapus ketentuan hukum yang semula memberlakukan hukuman mati. Kelompok kontra juga secara lantang membantah anggapan bahwa penetapan hukuman mati secara signifikan akan menekan angka perkembangan bisnis narkoba di dunia.

Sedangkan kelompok yang pro terhadap kebijakan penerapan hukuman mati terhadap terpidana narkoba juga turut mendasarkan argumennya pada dasar yang sama kuatnya. Mereka beranggapan bahwa hukuman mati akan membawa efek pencegahan terhadap banyak orang yang akan terjerumus dalam bisnis haram ini. Seseorang akan tersadar untuk tidak melakukan sebuah tindakan jika efek dan risiko buruk akan menimpanya. Hal ini yang diharapkan oleh kelompok yang pro terhadap kebijakan hukuman mati.

Bantahan keras juga dilontarkan oleh kelompok pro penerapan hukuman mati terhadap pernyataan adanya pelanggaran HAM. Justru sebaliknya, dengan diterapkannya hukuman mati terhadap para penjahat narkoba, justru secara dsignifikan akan mengurangi jumlah angka kematian manusia yang disebabkan oleh narkoba.

Melihat kondisi saat ini rasa-rasanya hukuman mati sangat tepat untuk diterapkan kepada gembong narkoba. Pertimbangan adalah atas dasar peri kemanusiaan terhadap para korban meninggal akibat narkoba. Hukuman ini dapat menjadi peringatan keras bagi para pengiat bisnis haram yang lainnya agar menghentikan perbuatannya tersebut. Selanjutnya kita perlu melihat efek yang ditimbulkan dari pemberlakuan kebijakan ini.


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan, Unsur Kebahasaan, dan Contoh Teks Diskusi (Revisi)

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer