"KUMPULAN REFERENSI PEMBELAJARAN TENTANG PENGERTIAN"

Kamis, 09 April 2020

5+ Contoh Renungan Kristen Pemberi Semangat dan Inspirasi Hidup



Daftar Isi [Tampil]
searchpengertian.com | Selamat datang di situs searchpengertian. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh kumpulan renungan dalam agama Kristen sebagai penyemangat dalam mengawali aktivitas hari ini. Semoga apa yang admin bagikan ini dapat membantu Bapak, Ibu, dan Saudara dalam mencari referensi renungan terbaru hari ini. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan iman percaya Saudara kepada Tuhan Yesus. Kiranya Tuhan selalu menyertai kita semua dalam melakukan aktivitas kita sehari-hari, kini dan sepanjang masa. Dan semoga kita selalu menjadi pribadi yang bisa diandalkan dalam hidup sesama dengan orang. Selamat beraktivitas buat kita semua dan tetaplah mengandalkan Tuhan dalam lam setiap langkah kehidupan kita. Tuhan beserta kita. Amin

5+ Contoh Renungan Kristen Pemberi Semangat dan Inspirasi Hidup

KUMPULAN RENUNGAN KRISTEN

Penolong bagi Orang Lain

Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya:

"Sebelum Filipus memanggil engkau, aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Pesta Malaikat Agung Mikael, Gabriel, dan Rafael hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Ilahi itu senantiasa mendampingi kita dalam seluruh perjuangan hidup kita. Karenanya kita tidak perlu takut dan cemas, sebab Allah begitu mengasihi kita dan mengutus Malaikat-Nya untuk membantu kita.

Siapakah yang pernah melihat Malaikat? Rasanya belum pernah ada di antara kita yang melihat. Bukan berarti karena tidak melihat lalu mereka tidak ada. Gereja mengimani sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci. Kehadiran mereka semata-mata untuk kebaikan manusia. Ada suatu istilah yang kadang kita dengar: "You are my Angel" (Engkaulah Malaikatku). Maka, pada pesta Malaikat Agung ini, kita mensyukuri berkat pernyertaan Tuhan selama hidup kita melalui malaikat-malaikat-Nya dan sekaligus juga kita berkomitmen untuk menjadi malaikat bagi orang yang membutuhkan bantuan.

Berubah Menjadi Lebih Baik


Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

"Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian? Herodes berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus". Kerinduan untuk dapat bertemu dengan Yesus secara personal merupakan sesuatu yang sangat positif dalam hidup kita. Tetapi, kita boleh bercermin dari apa yang dikatakan bacaan Injil hari ini. Herodes berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus. Apakah pada akhirnya ia berjumpa dengan Yesus? Ia berjumpa dengan Yesus (bdk. Luk. 23:8-12) dan ia mendengar banyak hal tentang Dia. Kerinduan Herodes untuk bertemu dengan Yesus sebenarnya tidak disertai dengan motivasi yang positif. Perjumpaan dengan Yesus sama sekali tidak membawa perubahan dalam diri Herodes. Ia bahkan ikut menista dan mengolok-olok Yesus.

Kita boleh berefleksi, "Bagaimana dengan diri kita sendiri? Adakah kerinduan dalam diri kita untuk berjumpa dengan Yesus? Adakah kita berjuang untuk menghidupi doa pribadi, terlibat dalam doa bersamama, mengikuti perayaan Ekaristi dan devosi lainnya? Jika aktif dalam gereja, apaka motivasi kita murni untuk Tuhan? Setelah berjumpa dengan Tuhan dalam sakramen yang kita rayakan, adakah kita berubah menjadi lebih baik?"

Mendoakan Orang Lain

Sekali peristiwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka"Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggal disitu sampai kamu berangakat dari situ. Dan kalau ada orang yang mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Tugas perutusan Yesus dipercayakan kepada kita semua. Tidak ada suatu daftar siapa saja yang akan pergi. Yesus memberikan formulir kosong dan kita semua mengisi dan tidak perlu menunggu nama kita dipanggil lalu kita bergerak dalam perutusan. Kita juga tidak perlu membawa apa-apa dalam perjalanan tugas perutusan ini, hanya kesiapan hati dan kesediaan diri untuk diutus Tuhan; sebab kita semua sudah dikaruniai banyak hal oleh Yesus sebagaimana para Rasul dalam bacaan Injil hari ini. "Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu mmberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang" (Luk. 9:1-2).

Namun, sering kali kita tidak berbuat apa-apa karena kita tidak tahu darimana kita memulai dan apa konkretnya yang bisa kita lakukan untuk mengambil bagian dalam karya perutusan Yesus itu. Kita cenderung jatuh kepada pemikiran yang besar-besar hingga karya perutusan yang kecil dan tampak sederhana kita abaikan, seperti mengunjungi orang sakit, menghibur yang berduka, dan menasehati yang tersesat, memberi pinjaman kepada yang membutuhkan, dan memberi makan dan minum kepada lapar dan haus. Kita perlu belajar dari sikap Ezra yang sederhana. Ia mengabdikan diri untuk berdoa bagi umatnya dan memohon pengampunan dosa atas mereka. Kita juga bisa ambil bagian dalam misi besar Tuhan dalam dunia dengan mendoakan orang lain dalam doa-doa pribadi maupun kelompok kita atau melakukan karya belas kasih yang kecil-kecil.

Mempersembahkan Diri dalam Pelayanan


Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi aia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.

Ibu Yesus merasa khawatir dengan ketenaran Yesus. Maria berpikir Yesus akan berhadapan dengan pemuka-pemuka agama dan bahkan pemerintah. Sebagai ibu, tindakan Maria untuk mencari dan khawatir akan keselamatan Yesus adalah hal yang sangat wajar. Namun, jawaban Yesus di luar dugaan. "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya" (Luk. 8:21).

Apa yang bisa kita refleksikan dari kisah ini? Yesus membawa suatu paradigma baru dalam suatu relasi, bahwa yang menjadi keluarga kita itu tidak lagi dihitung oleh hubungan darah, tetapi lebih luas: siapa saja yang melakukan kehendak Allah dan melakukan kebaikan dalam hidupnya adalah saudara-saudari Yesus. Apakah aku sudah menjadi saudara Yesus yang sejati? Jika kita belum melakukan kehendak-Nya dapatkah kita mengaku diri sebagai saudara atau saudari Yesus? Pengalaman umat dalam Bacaan I, boleh menjadi teladan bagi kita. Mereka membangun kembali Bait Allah dan mempersembahkan kurban kepadaTuhan sebagai ungkapan syukur dan juga untuk dosa-dosa mereka. Mari kita juga mempersembahkan diri kita dalam pelayanan dalam keluarga, sekolah, komunitas, Gereja, dan masyarakat.

Terang bagi Orang Lain

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

"Tidak ada seorang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkanya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahanya" (Luk.8:16). Kebaikan-kebaikan dalam diri haruslah ditempatkan pada tempat yang mendatangkan berkat bagi orang lain, laksana pelita yang diletakkan di atas kaki dian dan orang lain dapat melihat dengan baik ketika masuk ke dalam rumah.

Ibarat seorang yang pintar bermain piano, ia menolong orang lain dengan melatih. Selain orang lain menjadi mampu bermain piano, Ia sendiri semakin mahir bermain. Tetapi merekayang punya, tetapi tidak dipakai untuk kebaikan bersama, lama-lama Tuhan akan mengambil kemampuan itu darinya. Dengan segala talenta dan karunia yang kita terima, sebagaimana umat dalam bacaan pertama yang  berusaha mendirikan Bait Allah, kita pun mendirikan atau menghadirkan Kerajaan Allah dengan menggunakan dan membagikan talenta yang kita miliki bagi sesama yang membutuhkan. Semoga semakin banyak orang yang mengalami terang oleh karena kehadiran kita.

Kumpulan Doa Umat Katolik

Novena Roh Kudus
Novena Roh Kudus ini dilaksanakan selama sembilan hari, mulai pada hari sesudah kenaikan Yesus ke surga dan berakhir pada hari sabtu menjelang Pentakosta. Dalam novena ini umat memuji Tuhan yang menjanjikan kedatangan Roh Kudus. Novena ini juga dapat dilaksanakan dalam kesempatan lain.
Hari Pertama
Allah pokok keselamatan kami, karena kebangkitan, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menjalani hidup baru.
arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kananMu. semoga RohMu menjaga kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan, sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus...
Hari Kedua
Allah yang mahabijaksana, PutraMu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Dia naik kesurga. Semoga kami pun Kau anugerahi Karunia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, Pegantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Di lanjutkan dengan Rosario Roh Kudus..
Hari Ketiga
Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam RohNya, Dia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti yang dijanjikanNya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus...
Hari Keempat
Allah yang mahakudus, semoga kekuatan RohMu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendakMu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Kemi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan dengan Rosario Roh Kudus...
Hari Kelima
Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaanNya. Demi Yesus Kristus, Tuhan Kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan Rosario Roh Kudus...
Hari Keenam
Allah yang mahaesa, Engkau telah menghimpun Gereja dalam Roh Kudus. Semoga kami mengabdi kepadaMu dengan iklas dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan Rosario Roh Kudus....
Hari Ketujuh
Allah yang mahakudus, curahkanlah Roh KudusMu ke dalam diri kami, sehingga kami dapat melaksanakan kehendakMu dan layak menjadi milikMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Dilanjutkan Rosario Roh Kudus...
Hari Kedelapan
Allah sumber cahaya kekal, Engkau telah membukakan bagi kami jalan menuju hidup kekal dengan memuliakan Putramu dan mengutus Roh Kudus. Semoga cinta bakti dan iman kami selalu bertambah. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, Kini dan sepanjang masa. Amin
Dilanjutkan Rosari Roh Kudus...
Hari Kesembilan
Allah yang mahakuasa, kebangkitan PutraMu telah menumbuhkan hidup baru dalam diri kami. Semoga karena bantuan RohMu kami mewudkan rahmat kebangkitan dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin


Demikianlah yang dapat admin bagikan kali ini. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru dan juga anak didik dalam mencari referensi terkait dengan apa yang telah dibagikan di atas. Dan selanjutnya, apa yang sudah dibagikan di atas dapat memberikan dampak positif yang baik kepada perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami materi yang telah dijelaskan oleh Bapak/Ibu Guru di sekolah berkaitan dengan penjelasan di atas. Dan bagi Bapak/Ibu Guru harapannya, kiranya Bapak dan Ibu Guru selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang di dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Sukses selalu buat kita semua di mana pun berada, kiranya rahmat Tuhan selalu menyertai. Sekian dan terima kasih.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 5+ Contoh Renungan Kristen Pemberi Semangat dan Inspirasi Hidup

Beranda / Google.com / Google.co.id / YouTube.com / Disclaimer